Wikipedia

Hasil penelusuran

17 Juni 2020

pakan alami benih ikan

Ikan  yang hidup di alam yang bebas akan memakan makanan yang tersedia di alam tersebut. Baiklah pada kesempatan kali ini penulis akan membahas tentang pakan alami ikan.

Pakan alami ikan adalah organisme planktonik yang terdapat di perairan yang berperan penting dalam rantai makanan di ekosistem perairan. Plankton termasuk konsumen tingkat pertama dalam rantai makanan di ekositem perairan.

Plankton yang dapat ditemukan diperairan dapat berupa zooplankton yang bergerak aktif di perairan ataupun fitoplankton sama halnya seperti  tumbuhan yang memiliki klorofil untuk berfotosintesis

Plankton adalah organisme yang melayang-layang di perairan, karena memiliki pergerakan terbatas sehingga tidak mempunyai kekuatan untuk melawan arus. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, bahwa Plankton dibagi menjadi dua jenis yaitu, fitoplankton dan zooplankton.

Penggolongan plankton berdasarkan siklusnya yaitu, meroplankton dan holoplankton. Meroplankton adalah organisme yang menghabiskan sebagian hidupnya sebagai plankton. Organisme ini merupakan komponen planktonik yang sedang mengalami pertumbuhan, sehingga akhirnya menjadi organisme lebih besar, sedangkan holoplankton adalah organisme akuatik yang mengabiskan seluruh hidupnya sebagai plankton.

Pasti ada muncul di pemikiran kita, bagaimana plankton dapat kita dapatkan, misalnya untuk bahan penelitian ataupun sebagai pakan bagi ikan. Iya ada alat untuk menangkap plankton di perairan yaitu Plankton net.

Plankton net biasanya digunakan sebagai alat untuk menangkap plankton di perairan yang nantinya dijadikan bahan penelitian. Plankton net adalah alat untuk menangkap plankton di perairan, alatnya berupa jaring tipis agar plankton tersaring dan di ujung plankton net terdapat lubang untuk menampung plankton menggunakan botol sampel.

Jenis plankton yang terdapat di perairan tawar, payau dan laut jelas berbeda. Plankton air tawar adalah jenis plankton yang terdapat di air tawar.  Adapun plankton air tawar seperti, Cholorella, Choloroccum, Chlamidomonas, Chrysopyta, Pyrrhophyta dan Euglenophyta.

Penggunaan pakan alami sangat efektif untuk ikan budidaya terutama ikan yang masih larva, karena sesuai dengan bukaan mulut ikan dan sangat efektif karena tidak mencemari perairan apabila tidak termakan. Berbeda dengan pakan buatan yang apabila tidak termakan akan menimbulkan amonia, sehingga bersifat toksik.

Berikut jenis pakan alami yang digunakan sebagai pakan untuk ikan budidaya

1. Infusoria

Pakan alami ini biasanya digunakan untuk larva ikan hias, seperti Ikan Cupang, Ikan Molly, Ikan Platy, Ikan Guppy dan lain sebagainya.

Infusoria adalah golongan dari protozoa, ukurannya 80-350 mikron, oleh karena itu infusoria sangat ideal untuk pakan larva ikan cupang dan seukurannya.

Cara mengkultur infusoria makanan benih ikan.
  • Siapkan dulu wadah buat kulturnya. Bisa dipakai botol bekas air mineral ukuran 1,5 liter yang dipotong bagian atasnya.
  • Bibit infusoria bisa dicari di selokan ataupun kolam ikan. Mengambilnya, langsung ciduk saja air di bagian pinggir. Bibit tersebut dihindarkan dari sinar matahari langsung. Lebih baik kita mencarinya pagi-pagi.
  • Wadah buat kultur infusoria diisi air 3/4nya. Juga diisi dengan bahan makanan untuk infusoria.bahan makanannya bebas, bisa pakai sayuran, tempe, pelet jamuran, daun bayam lebar dan jenis sayuran lainnya yang berwarna hijau.
  • Kemudian di rebus sampai jadi bubur (atau sangat matang) dan dibusukkan.
  • Bibit infusoria dimasukkan ke wadah kultur. Setelah itu, tutup dengan kain biar sirkulasi udara lancar. 
  • Simpan di tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung.
  • 4 atau 5 hari kemudian bisa dipanen. Bisa dilihat infusoria berkembang biak jadi banyak , wadah jadi penuh bintik-bintik putih yang merupakan infusoria 

Cara pemberian makanan infusoria untuk ikan
Cara pemberian makanan infusoria untuk ikan dengan cara mengambil infusuria bersama airnya dengan menggunakan baskom atau ember, lalu ditebarkan pada media pemeliharaan ikan di kolam, bak atau diakuarium. Sesuai dengan takaran atau dosis yang dikehendaki. Contoh satu bak pemeliharaan ikan ukuran 1 m3 atau 1000 liter diberikan 5 liter air infusoria


Cara mengkultur infusoria secara masal untuk makanan ikan
  • Cara mengkultur infusoria secara masal untuk makanan ikan Siapkan kolam atau bak beton ukuran 1 ton atau lebih
  • Wadah  diisi air mntah (air tawar, air payau, atau air laut) tergantung jenis Infusurianya.
  • Air media dimasukkan jerami atau rumput kering ditambah pupuk kandang.
  • Setelah satu minggu maka air media akan ditumbui oleh bakteri, cendawan, plankton, dan ganggng, yang nantinya akan menjadi makanan Infusuria.
  • Air media ditulari bibit Infusuria.
  • Dalam waktu satu minggu Infusuria akan tumbuh padat yang ditandai warna air media berubah menjadi keputih-putihan.
  • Infusuria siap dipanen untuk diberikan benih-benih ikan atau ikan-ikan bertubuh kecil, seperti ikan moly, ikan Gupy, tetra dan lainnya. Cara panen dengan mengambil air media dengan timba dan airnya disaring dengan seser halus agar kotoran tidak ikut, cara memberikan untuk makanan ikan cukup disiramkan merata kedalam wadah kultur Infusuria.


 How to Culture Infusoria for Baby Fish | RateMyFishTank.com

2. Daphnia

Daphnia dapat ditemukan di parit selokan, pada perairan yang tenang serta kaya akan limbah organik. Daphnia digunakan untuk pakan alami larva ikan konsumsi maupun ikan hias.

Pengambilan bibit

Untuk bisa mendapatkan bibit kutu air ada berbagai cara yang bisa dilakukan. Anda bisa mengambil bibit langsung dari alam seperti waduk, rawa, sungai, atau kolam. Gunakan jaring halus atau jaring khusus plankton untuk menangkap bibit kutu air ini.
Selain mengambil langsung di alam, Anda juga bisa mempersiapkan bibit kutu air sendiri. Caranya siapkan berbagai jenis sayuran layu kemudian masukkan kedalam ember lalu diamkan selama 1 minggu.
Setelah 1 minggu, sayuran yang sudah membusuk nantinya akan tenggelam ke bagian dasar air, sedangkan bibit kutu air akan mengapung di bagian atas permukaan.
Jika sudah terdapat bibit yang bermunculan, maka Anda bisa mengambilnya dengan menggunakan jaring halus.

Persiapan Wadah Pembibitan

Langkah pembudidayaan yang harus dilakukan selanjutnya adalah persiapan wadah pembibitan. Agar kutu air dapat berkembang dengan baik, sebaiknya siapkan jenis kolam tanah. Anda juga bisa membuat kilam semen namun dengan dasar kolam tanah.
Untuk memudahkan proses perawatan, buat kolam dengan ukuran sedang. Setelah kolam selesai dibuat, taburi bagian dasar kolam dengan kapur untuk menetralkan pH. Selain membuat kolam, Anda juga bisa menyiapkan wadah pembibitan dari wadah bekas seperti bak atau ember besar.

Pemberian Pupuk

Setelah kolam selesai dikapuri dan pHnya netral, maka Anda sudah bisa melakukan penebaran pupuk. Pupuk ini sendiri berfungsi sebagai pakan kutu air daphnia dan moina ketika dipelihara dalam kolam pembudidayaan.
Jenis pupuk yang bisa digunakan sebagia pakan kutu air ini antara lain pupuk kandang seperti kotoran ayam. Masukkan pupuk kandang sebanyak 2 kg/m2 lalu biarkan selama 3 sampai 5 hari.
Isi air kolam dengan air bersih dan biarkan 2-4 hari. Jika air kolam sudah berubah warna menjadi coklat kehijauan, hal tersebut menandakan bahwa planton dan tumbuhan renik lainnya telah berkembang biak didalam kolam.

Penebaran Bibit

Jika air kolam sudah berubah warna, Anda bisa memenuhi air kolan dengan air hingga ketinggian 50-60 cm, lalu tebari kolam dengan bibit daphnia dan moina. Namun jika dirasa perkembangbiakan kutu air lama, Anda juga bisa menggunakan starter kutu air yang dibeli sendiri. Setelah 1 minggu, kolam akan berubah warna menjadi coklat kemerahan. Hal ini menunjukkan bahwa kutu air yang dibudidayakan telah berkembang dengan baik.
ternak kutu air

3. Cacing Sutra

Cacing sutra atau bernama latin Tubifex sp. Caincing sutra sangat cocok untuk semua jenis ikan untuk menunjang pertumbuhnnya.

Cacing sutra dapat ditemukan di alam, tepatnya di tempat subur seperti, sungai, kolam, parit atau selokan yang dialiri limbah pabrik atau limbah peternakan ayam.

Berikut adalah langkah sederhana dan baik yang dapat anda aplikasikan dalam membudidayakan cacing sutra anda :
  • Langkah pertama dalam perawatan cacing sutra adalah, perhatikanlah selalu debit air yang mengalir pada media budidaya.
  • Untuk debit yang mengalir usahakan pada kisaran 5 hingga 7 cm, usahakan debit yang mengalir tidak lebih dan tidak kurang agar cacing dapat hidup dan berkembang biak dengan baik.
  • Dengan debit air yang baik untuk mengaliri media, maka kondisi oksigen dalam airpun akan terjaga dan usahakan air tidak tercemari oleh bahan- bahan kimia agar hasil panen anda berkualitas baik
6 Cara Budidaya Cacing Sutra Paling Mudah - IlmuBudidaya.com




















Selain memperhatikan air pada media budidaya, anda juga harus member makan. sama seperti halnya jika anda memelihara hewan, maka anda harus member makan pada cacing sutra anda. Untuk makanan cacing sutra berbeda jika anda memelihara ikan ataupun hewan peliharaan.
Butuh bahan ataupun komponen khusus yang harus anda berikan. Agar cacing sutra dapat ternutrisi dengan baik maka anda harus menyediakan bahan- bahan organic dan akan lebih baik jika itu sudah difermentasikan.
Dan berikut adalah makanan cacing sutra yang dapat anda berikan untuk cacing sutra anda :
  • Untuk bahan orhanik yang difermentasikan adalah bahan organik yang sudah memiliki tekstur yang lembek dan mudah hancur. Ini bertujuan untuk meningkatkan kandungan nutrisi pada bahan organik yang sangat dibutuhkan oleh cacing sutra.
  • Anda juga bisa memberikan ampas tahu untuk makanan cacing sutra anda, ampas tahu memiliki banyak sekali protein serta jamur yang sangat baik untuk nutrisi cacing sutra dan pastikan bahwa ampastahu sudah difermentasi dan memiliki tekstur yang lembek. Anda juga bisa menambahkan tepung ikan yang mudah di dapatkan di pasaran dan harganya juga lebih murah serta lebih praktis.
  • Makanan fermentasi ini dapat anda berikan hingga budidaya cacing sutra sudah memasuki usia 10 hingga 12 hari setelah pemindahan berlangsung.
  • Agar cacing sutra anda melimpah ketika dipanen, anda bisa menambahkan kotoran ayam yang sudah difermentasi terlebih dahulu dan makanan tambahan seperti sawi yang juga sudah di hancurkan dan difermentasi terlebih dahulu.
Untuk pemanenan cacing sutra terbilang mudah hampir sama dengan Cara Budidaya Ikan Gabus, namun ada sedikit perlakuan khusus untuk memanen agar cacing sutra tidak mudah mati ketika dijadikan bahan pangan ternak dan tetap terjaga kualitasnya.
Pada dasarnya, konsep dari memanen cacing sutra adalah mengurangi koloni pada cacing sutra yaitu jika bagian atas pada cacing sutra diambil atau dipangkas maka bagian bawah dari bagian koloni cacing akan berkembang biak lagi. Perlu anda ketahui pula bahwa dalam satu wadah nampan media dapat menghasilkan kurang lebih sekitar 100 hingga 150 ml cacing sutra.
Berikut adalah cara memanen cacing sutra yang tepat :
  • Cacing sutra pada umumnya sudah dapat dipanen ketika sudah memasuki usia sekitar 70 hingga 75 hari setelah pemindahan pada media budidaya.
  • Pertama sediakanlah kain berwarna gelap, usahakan kain dapat menutupi setiap nampan media budidaya.
  • Usahakan nampan benar benar tertutup, apabila anda tidak memiliki kain maka taruhlah media budidaya pada tempat yang sangat gelap.
  • Biarkan media tertutup selama kurang lebih 5 hingga 6 jam dan perhatikan setelah tutup dibuka.
  • Kumpulkan menggunakan sendok ataupun jarring ikan berukuran kecil dan pindahkan.








04 Juni 2020

Prospek Usaha Ikan Cupang

Ikan cupang ini adalah merupakan salah satu jenis ikan hias yang memiliki banyak peminat serta cukup mudah dipelihara. Budidaya ikan cupang sebenarnya tidak membutuhkan lahan luas dan bisa dimulai dengan modal yang kecil sebagai bentuk peluang bisnis dan usaha rumahan.
Ikan air tawar yang hidup di daerah tropis ini banyak ditemukan di perairan Asia Tenggara, termasuk Indonesia sendiri. Pada alam bebas jenis ikan ini akan hidup berkelompok dengan habitat rawa-rawa, telaga, danau, dan sungai yang memiliki perairan arus tenang.
Hal yang paling istimewa dari ikan cupang adalah memiliki daya tahan tubuh yang sangat kuat sehingga mampu hidup pada lingkungan air dengan oksigen yang sangat minim. Kemampuan seperti ini karena dalam tubuh ikan cupang terdapat rongga labirin hampir mirip pada paru-paru manusia.

Tahap tahap budidaya ikan cupang dengan cara paling praktis

Berikut ini adalah langkah langkah yang harus dipersiapkan pada proses membudidayakan ikan cupang dengan metode sederhana dan masih terbilang konvensional, semoga dapat menjadi sumber referensi peluang usaha kecil di rumah anda.

Mengenal jenis ikan cupang

Pada dasarnya spesies ini memiliki 2 jenis yaitu ikan cupang hias dan cupang adu. Pada jenis ikan cupang hias dipelihara hanya untuk dinikmati keindahan bentuk serta corak warna dan gerakannya. Sedangkan untuk jenis cupang adu dipelihara sebagai kompetisi aduan.
Berdasarkan penelitian ilmiah telah mencatat lebih dari 73 jenis spesies ikan cupang yang hidup di alam. Namun tidak seluruhnya spesies tersebut sangat populer sebagai ikan yang memiliki nilai komersil.
Untuk jenis ikan cupang yang banyak beredar di pasaran adalah berasal dari kelompok splendens complex, yang terdiri dari Betta stiktos, Betta mahachai, Betta splendens, Betta smaragdina dan Betta imbellis.

Menentukan indukan ikan cupang

Budidaya ikan cupang sebaiknya dimulai dari mendapatkan indukan atau bibit yang berkualitas dan berasal dari keturunan istimewa (unggul), dengan kondisinya yang bugar, terbebas dari segala penyakit serta cacat bawaan kemudian simpan indukan jantan dan indukan betina secara terpisah.
Tips membedakan cupang jantan dan betina
Jantan: gerakannya lincah, sirip dan ekor lebar mengembang, warna cerah, tubuhnya lebih besar. Betina: gerakannya lebih lamban, sirip dan ekor lebih pendek, warna kusam, tubuh lebih kecil.
Tahap awal sebelum dilakukan pemijahan pastikan indukan jantan dan betina telah masuk pada fase matang gonad atau siap untuk dikawinkan dengan ciri ciri sebagai berikut:
Untuk cupang jantan:
  • Berumur minimal 4 sampai 8 bulan
  • Memiliki bentuk badan yang panjang
  • Siripnya panjang indah dan coraknya terang atraktif
  • Pastikan mampu bergerak agresif dan lincah
Untuk cupang betina:
  • Telah berumur minimal 3 hingga 4 bulan
  • Bentuk badan tampak membulat dengan bagian perut cenderung buncit
  • Memiliki sirip pendek dengan warna agak kusam tampak tidak menarik
  • Begitu juga dengan gerakannya yang lebih lambat

Tahap pemijahan ikan cupang

wadah pemijahan ikan cupang
Sediakan tempat atau wadah bisa dari stoples plastik atau akuarium kecil dengan ukuran 20x20x20 cm sebagai tempat ikan cupang jantan. Kemudian ikan cupang betina di taruh pada gelas palstik lanya terpisah dulu dengan sang jantan. Jangan lupa untuk menyediakan tumbuhan air seperti kayambang.
Untuk sekali masa perkawinan ini ikan cupang dapat menghasilkan ribuan butir telur yang akan menetas dalam kurun waktu 24 jam setelah dibuahi. Namun tingkat kematian benih ikan cupang terbilang cukup tinggi sehingga untuk satu kali masa kawin umumnya hanya bisa diperoleh 30 sampai 50  saja ikan cupang dalam kondisi hidup.
Indukan jantan yang sehat dapat dikawinkan sampai 8 kali dengan selang waktu sekitar 2 sampai 3 minggu. Sedangkan untuk indukan betina lebih disarankan supaya dikawinkan sekali saja. Jika dipaksakan sampai pada perkawinan berikutnya maka akan terjadi penurunan keragaman jenis kelamin betina yang lebih mendominasinya.

Proses pemijahan ikan cupang:

  • Siapkan aquarium tempat pemijahan kemudian isi dengan air bersih setinggi 10 sampai 15 cm. Lebih baik mengunakan air sungai alami lalu biarkan mengendap terlebih dahulu sebelum ikan dimasukkan. Tidak disarankan memakai air PAM yang mengandung kaporit.
  • Masukkan tanaman air dan tidak perlu terlalu padat yang nantinya akan menjadi tempat berlindungnya burayak.
  • Berikutnya memasukkan ikan cupang pejantan yang sudah siap kawin dan biarkan pejantan berada didalam wadah selama sehari. Pejantan nantinya akan membuat gelembung-gelembung udara sebagai tempat untuk menyimpan telur setelah dibuahi. Agar pejantan bereaksi menciptakan gelembung, maka masukkan ikan cupang betina secara terpisah didalam gelas kaca atau plastic tadi namun tetap berada di dalam aquarium sang jantan.
Proses pemijahan ikan cupang

  • Apabila gelembung sudah dibuat oleh pejantan, kemudian masukkan indukan betina. Waktu paling ideal  untuk pemijahan ikan cupang pada umumnya terjadi sekitar pukul 7 sampai 10 pagi dan pada pukul 4 sampai 6 sore dan jauhkan dari keramaian karena akan mengganggu proses pemijahan.
  • Ketika pembuahan telah terjadi segera angkat indukan betina hal ini merupakan sidat alami pejantan ikan cupang yang akan menjaga anak hingga tumbuh dengan cara memunguti telur yang sudah dibuahi dan memindahkannya pada gelembung yang dibuat tadi.
  • Dalam waktu satu hari telur-telur  sudah akan menjadi burayak hingga selama 3 hari kedepan tidak perlu diberikan pakan sebab masih memiliki nutrisi alami yang terbawa dalam telur. Ikan cupang jantan sendiri juga tidak akan makan selama menjaga burayak tersebut.
  • Setelah melewati masa tiga hari sejak telur menetas, langkah berikutnya adalah memberikan kutu air (moina atau daphnia) usahakan sedikit sedikit saja tidak sampai mengotori area penetasannya.
  • Indukan jantan sebaiknya diambil pada saat burayak telah berumur 2 minggu sejak menetas kemudian pindahkan burayak ke wadah dengan kapasitas yang lebih besar lalu berikan kutu air dengan ukuran lebih besar seperti larva nyamuk.
  • Memasuki umur 1,5 bulan, ikan cupang telah dapat dipilah berdasarkan jenis kelaminnya dan dapat dipindah dalam wadah pembesaran.

Pemberian pakan ikan cupang

Kutu air adalah makanan paling special yang dapat diberikan pada ikan cupang selain cacing sutera serta larva nyamuk. Pemberian pakan sebaiknya dilakukan lebih seringantara 3 hingga 4 kali perharinya.
Cara mendapatkan kutu air tergolong mudah yaitu biasanya diselokan atau genangan air. Namun saat ini juga sudah banyak disediakan oleh toko pakan ternak ikan hias atau di pasar hewan piaraan.

Metode perawatan ikan cupang

Karena memiliki daya tahan tubuh yang kuat, maka ikan cupang bisa dipelihara dalam akuarium tanpa harus menggunakan aerator. Namun tetap disarankan agar tetap selalu untuk menjaga kualitas air dengan cara memberinya aerasi serta pemasangan filter pembersih. Hal ini bertujuan supaya perkembangan ikan cupang lebih sempurna serta selalu dalam kondisi bugar.
Hal yang paling perlu diperhatikan adalah tidak dianjurkan menempatkan lebih dari satu ikan cupang jantan dewasa dalam satu wadah atau akuarium. Sifatnya yang agresif memungkinkan ikan tersebut akan saling menyerang sesamanya. Sehingga berdampak pada sirip-siripnya yang tidak mulus lagi serta warnanya kurang optimal.
Untuk jenis ikan cupang aduan lebih baik ditempatkan ke dalam stoples kaca kecil dan jangan meletakkan stoples ikan jantan secara berdekatan sebab ikan cupang aduan akan terus dalam kondisi menyerang sampai membenturkan dirinya ke kaca. Disarankan memasang sekat tidak transparan di antara wadah wadah tersebut.
Penggantian air dalam wadah harus dilakukan secara berkala ketika ada penumpukan kotoran dan sisa pakan yang sudah mengendap pada dasar wadah. Jika endapan sudah berlebihan dapat memicu timbulnya pencemaran air sehingga rawan menjadi sumber penyakit pada ikan cupang.


Sumber: https://centrausaha.com/bisnis-budidaya-ikan-cupang/

19 Mei 2020

Gelembung nano untuk teknologi perikanan budidaya

Sepintas, ide teknologi ini mirip dengan pembersih ultrasonik. Pada pembersih ultrasonik, gelembung-gelembung udara dibuat di dalam cairan dan benda yang akan dibersihkan ditempatkan di dalam cairan ini. Proses pembersihan terjadi ketika gelembung udara pecah saat mengenai benda yang akan dibersihkan.

Teknologi yang disebut dengan nano bubble (gelembung nano), juga bekerja memanfaatkan gelembung udara. Prinsip kerja teknologi ini adalah dengan cara memasukkan gas oksigen ke dalam cairan lewat injektor, pembangkit gelembung nano.
Bedanya, pada gelembung nano ukuran gelembung udara sangat kecil. Ukuran gelembung lebih kecil dari 100 nm. Seperti diketahui, 1 nanometer sama dengan 0,000000001 m atau  1x10-9m atau satu per satu milyar meter. Ukuran ini kira-kira sama dengan 50.000 kali lebih kecil dari ukuran rambut manusia. Dengan mata telanjang, benda dalam skala nano meter tidak dapat terlihat.
Jika ukuran gelembung 100 nm, maka dalam 1 mm3 saja akan terdapat sekitar 1 trilyun gelembung nano. Bayangkan berapa banyak gelembung dalam wadah air dengan ukuran 1x1 meter.

 

 

cara kerja gelembung nano

Ukuran gelembung yang sangat kecil ini ternyata memberikan keuntungan, yaitu jarak antar gelembung menjadi sangat rapat. Akibatnya, luas permukaan gelembung-gelembung dalam satuan volume menjadi lebih luas.

Bandingkan dengan gelembung hasil aerator. Ukurannya masih relatif besar dan tidak stabil. Gelembung dengan cepat meluncur ke atas dan pecah pada saat mencapai permukaan air. Sedangkan gelembung berukuran mikro, sifatnya tidak stabil dan menghilang sebelum mencapai permukaan.
Tidak seperti gelembung makro atau gelembung mikro, gelembung nano memiliki sifat stabil dan tidak mudah pecah, sehingga tetap terendam di bawah air untuk waktu yang lama. Selain itu, gelembung nano bermuatan negatif. Akibatnya terjadi tolak menolak antar gelembung dan ini membuat gelembung-gelembung nano terdistribusi merata di dalam air. Hasilnya, kadar oksigen dalam air menjadi lebih tinggi. Sedangkan pada gelembung nano tunggal akan bergerak terus dalam air, dengan pola acak. Gerakan semacam ini disebut dengan Brownian Motion.

Kadar oksigen yang diperoleh dari gelembung yang dihasilkan aerator sekitar 4 ppm. Namun dengan gelembung nano dapat diperoleh kadar oksigen lebih besar dari 9 ppm untuk waktu yang lebih lama karena sifat gelembungnya yang stabil. Bahkan saat ini dengan injektor yang terus disempurnakan dapat dihasilkan oksigen di atas 10 ppm.

Salah satu bidang yang telah merasakan manfaat teknologi gelembung nano adalah perikanan. Gelembung nano telah menjadi solusi bagi pengelolaan kualitas air pada proses budidaya ikan. Kelarutan oksigen yang tinggi membuat metabolisme ikan menjadi lebih baik dan pemanfaatan pakan juga lebih optimal. Hasilnya, pertumbuhan ikan dapat meningkat hingga 40?ri bobot biasa.
Menurut Balai Pengembangan Instrumentasi LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahan Indonesia), pemanfaatan gelembung nano pada budi daya ikan sidat dapat mempercepat pertumbuhan sampai 40%. Pertumbuhan ikan sidat pada air biasa, dalam tiga bulan hanya mencapai bobot 1 kg. Namun, jika menggunakan gelembung nano, bobot ikan sidat dapat mencapai di atas 3 kg. Air yang kaya dengan oksigen akan membuat ikan tidak mudah sakit dan dapat mencegah bakteri yang merugikan. Hasilnya, pertumbuhan ikan meningkat pesat.

Pemanfaatan gelembung nano tidak hanya di bidang perikanan saja. Berbagai bidang seperti di bawah ini telah menggunakan gelembung nano.

Pertanian
Gelembung nano dimanfaatkan pada air irigasi dengan membuat air jenuh oksigen. Air dialirkan langsung ke akar tanaman. Oksigen terlarut dalam air hujan sekitar 8 ppm. Dengan gelembung nano dapat diperoleh hingga 40 ppm pada air irigasi. Pemanfaatan gelembung nano dapat membuat akar tanaman lebih sehat, mengontrol ganggang, menghilangkan jamur dan bakteri.

Aquaculture
Pemakaian gelembung nano dapat meningkatkan jumlah oksigen terlarut. Selain itu, gelembung nano juga dapat mengontrol penyakit, meningkatkan pertumbuhan rata-rata tanaman, membuat lingkungan lebih bersih, dan menghilangkan bau dari air.

Kultur Jaringan
Penggunaan gelembung nano dengan oksigen dan ozon akan membunuh bakteri, ganggang dan jamur secara alami tanpa pemakaian bahan kimia.

Pembersihan Tangan
Pemakaian gelembung nano tanpa bahan kimia dan alkahol akan membuat lingkungan lebih bersih dan bakteri dapat dihilangkan secara alami.

Hidroponik
Teknologi gelembung nano akan membuat air yang disirkulasikan pada sistem hidroponik kaya akan oksigen. Air dengan kandungan oksigen di atas 10 ppm ini akan langsung bersentuhan dengan akar tanaman. Hasilnya, air menjadi lebih bersih, membuat akar tanaman lebih sehat, serta menghilangkan jamur dan bakteri coli.

Peternakan
Di bidang peternakan, penggunaan gelembung nano akan membuat kualitas air minum hewan ternak lebih baik dan menghilangkan bakteri serta jamur. Gelembung nano juga dapat dipakai untuk kandang hewan ternak dengan cara menyemprotkan air yang kaya akan oksigen dan ozon.

Pembuangan Air Limbah
Bakteri, bau busuk dan warna pada air limbah dapat dihilangkan dengan pemakaian gelembung nano, tanpa penggunaan bahan kimia. Bahkan bau busuk gas H2S juga dapat dihilangan dengan pemakaian gelembung nano yang kaya akan oksigen.

Nanobubble: Teknologi untuk meningkatkan kualitas budidaya
Salah satu teknologi yang digunakan untuk meningkatkan kualitas air adalah menggunakan teknologi nanobubble. Nanobubble adalah gelembung (<200 nm) dalam cairan yang mengandung gas oksigen dan memiliki daya apung sehingga dapat bertahan di bawah air lebih lama dari gelembung besar. Semakin kecil ukuran gelembung, semakin kecil daya apungnya. Gelembung 1 mm mengapung pada ketinggian 0,361 kaki per detik atau 3610 kali lebih cepat dari gelembung nano yang melayang pada kecepatan 0,0001 kaki per detik. Sehingga gelembung nano dapat bertahan lebih lama dari gelembung besar. Menyebabkan ketersediaan oksigen dalam air terpenuhi dan dapat digunakan untuk kebutuhan hidup biota karena aktivitas metaboliknya. Selain itu, nanobubble menangkap polutan (padatan) tersuspensi dalam cairan dan mengembang ke permukaan dan digunakan untuk menguraikan bahan organik. Dalam sistem nanobubble, oksigen dalam air dapat tersedia untuk sepanjang waktu sehingga DO di perairan menjadi stabil. Selain mampu memenuhi kebutuhan oksigen untuk metabolisme budidaya ikan, nanobubble diperlukan untuk menguraikan bahan organik seperti sisa makanan dan kotoran ikan sehingga kualitas budidaya tetap terjaga.

teknologi nano buble pada budidaya udang
 Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa THC dan DHC pada udang vaname selama pemeliharaan dengan nanobubble semakin meningkat. Hal ini dikarenakan nanobubble memproduksi oksigen terlarut lebih lama di perairan sehingga dapat dimanfaatkan organisme untuk dekomposisi bahan organik. Peningkatan THC dan DHC ini juga menunjukkan bahwa kesehatan udang meningkat, karena THC dan DHC merupakan salah satu indikator untuk mengetahui respon imun dari udang. Jika THC dan DHC pada udang tinggi, maka menunjukkan bahwa imun dari udang tersebut juga meningkat. Selain itu, dari penelitian ini dapat diketahui bahwa nanobubble dapat menurunkan jumlah bakteri Vibrio sp yang ditunjukkan dengan menurunnya jumlah bakteri Vibrio sp. selama pemeliharaan menggunakan nanobubble pada penghitungan TPC.

sumber: www.agronet.co.id

11 Mei 2020

Pemanfaatan arang aktif dalam budidaya ikan


Karbon aktif adalah karbon yang di proses sedemikian rupa sehingga pori-porinya terbuka, dengan demikian akan mempunyai daya serap yang tinggi. Karbon aktif merupakkan karbon yang bebas serta memiliki permukaan dalam (internal surface), sehingga mempunyai daya serap yang baik. Keaktifan daya menyerap dari karbon aktif ini tergantung dari jumlah senyawa kabonnya yang berkisar antara 85 % sampai 95% karbon bebas. Karbon aktif yang berwarna hitam, tidak berbau, tidak terasa dan mempunyai daya serap yang jauh lebih besar dibandingkan dengan kabon aktif yang belum menjalani proses aktivasi, serta mempunyai permukaan yang luas, yaitu memiliki luas antara 300 sampai 2000 m/gram.

Karbon aktif ini mempunyai dua bentuk sesuai ukuran butirannya, yaitu karbon aktif bubuk dan karbon aktif granular (butiran). Karbon aktif bubuk ukuran diameter butirannya kurang dari atau sama dengan 325 mesh. Sedangkan karbon aktif granular ukuran diameter butirannya lebih besar dari 325 mesh.

Karbon aktif merupakan suatu bentuk arang yang telah melalui aktifasi dengan menggunakan gas CO2, uap air atau bahan-bahan kimia sehingga pori-porinya terbuka dan dengan demikian daya absorpsinya menjadi lebih tinggi terhadap zat warna dan bau. Karbon aktif mengandung 5 sampai 15 persen air, 2 sampai 3 persen abu dan sisanya terdiri dari karbon. Karbon aktif berbentuk amorf terdiri dari pelat-pelat datar, disusun oleh atom-atom C yang terikat secara kovalen dalam suatu kisi heksagonal datar dengan satu atom C pada setiap sudutnya. Pelat-pelat tersebut bertumpuk-tumpuk satu sama lain membentuk kristal-kristal dengan sisa hidrokarbon, ter dan senyawa organik lain yang tertinggal pada permukaannya.

Bahan baku karbon aktif dapat berasal dari bahan nabati atau turunannya dan bahan hewani. Mutu karbon aktif yang dihasilkan dari tempurung kelapa mempunyai daya serap tinggi, karena arang ini berpori-pori dengan diameter yang kecil, sehingga mempunyai internal yang luas. Luas permukaan arang adalah 2 x 104 cm2 per gram, tetapi sesudah pengaktifan dengan bahan kimia mempunyai luas sebesar 5 x 106 sampai 15 x 107cm2 per gram . Ada 2 tahap utama proses pembuatan karbon aktif yakni proses karbonasi dan proses aktifasi. Dijelaskan bahwa secara umum proses karbonisasi sempurna adalah pemanasan bahan baku tanpa adanya udara sampai temperatur yang cukup tinggi untuk mengeringkan dan menguapkan senyawa dalam karbon. Pada proses ini terjadi dekomposisi termal dari bahan yang mengandung karbon, dan menghilangkan spesies non karbonnya.

Proses aktifasi bertujuan untuk meningkatkan volume dan memperbesar diameter pori setelah mengalami proses karbonisasi, dan meningkatkan penyerapan. Pada umumnya karbon aktif dapat di aktifasi dengan 2 (dua) cara, yaitu dengan cara aktifasi kimia dan aktifasi fisika.
1. Aktifasi kimia, arang hasil karbonisasi direndam dalam larutan aktifasi sebelum dipanaskan. Pada proses aktifasi kimia, arang direndam dalam larutan pengaktifasi selama 24 jam lalu ditiriskan dan dipanaskan pada suhu 600 – 9000C selama 1 – 2 jam.
2. Aktifasi fisika, yaitu proses menggunakan gas aktifasi misalnya uap air atau CO2 yang dialirkan pada arang hasil karbonisasi. Proses ini biasanya berlangsung pada temperatur 800 – 11000C.

Karbon aktif bersifat sangat aktif dan akan menyerap apa saja yang kontak dengan karbon tersebut. Karbon Aktif digunakan untuk menjernihkan air, pemurnian gas, industri minuman, farmasi, katalisator, dan berbagai macam penggunaan lain. Selain di bidang pengolahan air, karbon aktif dapat digunakan di berbagai industri seperti pengolahan/tambang emas dengan berbagai ukuran mesh maupun iondine number. Juga digunakan untuk dinding partisi, penyegar kulkas, vas bunga, dan ornamen meja. Di balik legamnya, barang gosong itu ternyata sangat kaya manfaat. Karbon aktif dapat digunakan sebagai bahan pemucat, penyerap gas, penyerap logam, menghilangkan polutan mikro misalnya zat organic maupun anorganik, detergen, bau, senyawa phenol dan lain sebagainya.

 Pada saringan arang aktif ini terjadi proses adsorpsi, yaitu proses penyerapan zat – zat yang akan dihilangkan oleh permukaan arang aktif, termasuk CaCo3 yang menyebabkan kesadahan. Apabila seluruh permukaan arang aktif sudah jenuh, atau sudah tidak mampu lagi menyerap maka kualitas air yang disaring sudah tidak baik lagi, sehingga arang aktif harus diganti dengan arang aktif yang baru.
Untuk mengurangi kesadahan (Hardness) pada air dapat digunakan filtrasi (penyaringan) dengan media karbon aktif yang memiliki sifat kimia dan fisika, di antaranya mampu menyerap zat organik maupun anorganik, dapat berlaku sebagai penukar kation, dan sebagai katalis untuk berbagai reaksi.

Karbon aktif adalah sejenis adsorbent (penyerap), berwarna hitam, berbentuk granule, bulat, pellet ataupun bubuk. Jenis karbon aktif tempurung kelapa ini sering digunakan dalam proses penyerap rasa dan bau dari air, dan juga penghilang senyawa-senyawa organik dalam air. Air sadah adalah air yang mengandung ion Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg). Ion-ion ini terdapat dalam air dalam bentuk sulfat, klorida, dan hidrogenkarbonat. Kesadahan air alam biasanya disebabkan garam karbonat atau garam asamnya. Kesadahan merupakkan petunjuk kemampuan air untuk membentuk busa apabila dicampur dengan sabun. Pada air berkesadahan rendah, air dapat membentuk busa apabila dicampur dengan sabun, sedangkan air yang berkesadahan tinggi tidak akan membentuk busa.

Kesadahan atau Hardness adalah salah satu sifat kimia yang dimiliki oleh air.Penyebab air menjadi sadah adalah karena adanya ion-ion Ca2+, Mg2+. Atau dapat juga disebabkan karena adanya ion-ion lain dari polyvalent metal (logam bervalensi banyak) seperti Al, Fe, Mn, Sr dan Zn dalam bentuk garam sulfat, klorida dan bikarbonat dalam jumlah kecil

Pemanfaatan arang telah dikenal sejak jaman kuno. Catatan terawal menunjukkan bahwa orang-orang Mesir dan Sumeria sejak 3.750 tahun sebelum masehi telah menggunakan arang untuk pemurnian bijih perunggu. Orang mesir menggunakannya untuk mengobati luka yang membusuk dan menyerap racun tercatat pada tahun 1550, sesuai papyrus. Catatan lain pada tahun 450 SM, orang India telah menggunakannya untuk pemurnian air minum. Penggunaannya meluas pada peradaban lain, baik karena belajar atau penemuan yang berdiri sendiri.
Penggunaan arang teraktivasi baru muncul pada abad ke-19 dan diperdalam kegunaannya sampai sekarang. Arang teraktivasi atau arang aktif berbeda dari arang biasa, berdasarkan kemampuan penyerapannya. Daya serap arang meningkat setelah dimurnikan dari berbagai pengotor dan diperluas pori-porinya melalui pemanasan tinggi dan penggunaan bahan kimia.

Penggunaan arang aktif dalam penyaringan air untuk keperluan akuakultur telah dikenal luas. Namun, berdasarkan pengamatan penulis, belum ada laporan atau tulisan yang menunjukkan pemanfaatan arang aktif jenis serbuk (powdered activated charcoal/PAC) dalam bidang ini. Partikel serbuk arang aktif berukuran 0,17—0,27 µm. Sementara ukuran di atasnya, sampai 2 mm, disebut granulated activated charcoal. Luas permukaan yang dihasilkannya dapat mencapai 500—1.500 m2/g. Tulisan ini menyajikan pengalaman dan pengamatan penulis tentang penggunaan serbuk arang aktif dalam budidaya ikan dan udang.

Serbuk arang juga memiliki fungsi sebagai obat. Dengan kemampuannya menyerap racun dan bahkan mikroorganisme, serbuk arang dapat digunakan dalam pengobatan. Serbuk arang aktif dapat ditambahkan ke dalam pakan untuk menyerap racun akibat serangan bakteri pada usus biota budidaya. Serbuk arang aktif dilaporkan dapat mengurangi efek penyakit berak putih pada udang Yannamei. Hal ini dilakukan dengan cara, serbuk arang aktif ditambahkan pada pakan dengan perekat seperti kanji, alginat, dan putih telur. Dosis serbuk arang aktif yang diberikan berkisar 1—4 %.
Serbuk arang aktif juga dapat dimanfaatkan sebagai suplemen pakan untuk pembesaran ikan. Dari pengamatan jaringan epitel usus menunjukkan bahwa mikrofili usus ikan yang diberi pakan bersuplemen arang aktif lebih berkembang dibanding kontrol. Mikrofili pada usus ikan yang diberi arang aktif lebih panjang dan meluas. Hal ini akan meningkatkan daya serap usus terhadap nutrisi sehingga berefek pada menurunnya FCR.

Preparat jaringan usus ikan nila dengan pewarnaan HE, perbesaran 400x. (A) 3% arang aktif, (B) 1,5% arang aktif, (C) kontrol. Mekanisme yang mendasari fenomena ini belum begitu jelas. Diduga, serbuk arang aktif menyerap mukus yang digunakan bakteri dalam pembentukan lapisan biofilm di permukaan epitel. Dengan begitu, jalur masuk nutrisi tidak terhalangi. Dugaan lain, serbuk arang aktif menyerap bakteri usus sehingga pemanfaatan pakan oleh bakteri menjadi berkurang. Pengamatan isi usus menunjukkan bahwa arang berukuran kecil, 50—150 µm, banyak tertinggal di dalam fili usus.

Pengamatan pada kotoran usus menunjukkan banyaknya pakan alami seperti fitoplankton dan rotifer. Warna kotoran juga lebih hijau dan kompak. Kualitas air pun menjadi lebih baik. Terlihat dari nilai total amoniak nitrogen yang lebih rendah.

Percobaan pada pendederan ikan nila menunjukkan turunnya FCR. Ikan nila dengan berat awal sekitar 7 g dipelihara selama 40 hari dengan pakan berprotein rendah (17%). Serbuk arang aktif dimasukkan dalam formula pakan dengan dosis 1,5—3%. Hasilnya, diperoleh SR 100% dan FCR turun menjadi lebih rendah sebesar 0,2 dibanding kontrol.

Pembesaran ikan nila di kolam semen menunjukkan bahwa pemberian serbuk arang aktif sebanyak 1,5% pada pakan dapat diperoleh FCR 1. Ikan nila dipelihara dalam kolam semen berukuran 150 m2 dengan kepadatan 30 ekor/m2 dan dipanen dengan ukuran 8—10 ekor/kg. Dengan cara ini diperoleh kelangsungan hidup ikan nila sekitar 85% selama pemeliharaan 3,5 bulan. Caranya, serbuk arang aktif 1,5% dan kanji 1,5% dicampur air sebanyak 10%, lalu dipanaskan. Bubur ini diaduk dengan pakan lalu diangin-anginkan. Persentase dihitung dari berat pakan.

Aplikasi, fungsi batu zeolit untuk ikan, tanaman dan ikan hias
– Batu menjadi hidup manakala dilakukan direbus dahulu (dipanaskan)
– Bisa difungsikan hingga 6 bulan lalu akan habis masa pakai nya. Agar bisa dipakai ulang direbus hingga bau
amoniak hilang dan batu zeolit hanya bisa direbus atau digunakan ulang sebanyak 3 kali.
– Batu zeolit untuk tumbuh-tumbuhan digunakan sebagai pengganti kapur dolomit pada tanaman lada atau merica. Ternyata zeolit lebih hebat daripada kapur  dolomit.
– Batu zeolit untuk lele sudah banyak digunakan.
– Batu zeolit digemari pada tanaman sistem aquaponic yang dicombine dengan ikan.
– Di Jombang oleh bapak Wildan recharge zeolit dengan cara direndam dengan garam untuk mengeluarkan ion amoniak dan air bekas recharge zeolit dikasih hidrogel dan dibuat pupuk tanaman. Garam yang diberikan langsung kekolam atau aquarium akan menewaskan seisi kolam dan langkah terbaik adalah garam untuk men-treatment batu zeolit. Caranya recharge rendam dengan garam, jemur hingga kering. Ini fungsinya agar amoniak tidak terlempar lagi keair.
– Seorang tetangga memiliki 15 ekor ikan KOI karena listrik mati semua koi ikut-ikutan mati, kadar DO yang drop mendadak selama 4 jam dari aerator biang keladi kematiannya. Kemudian hari pelihara koi lagi, dimulut kucuran air diberi zeolit. Begitu listrik mati 25 ekor koi yang ada hanya 3 ekor yang mati, padahal listrik lebih lama matinya, 6 jam.

pemanfaatan arang aktif diluar perikanan:
1. Pada pengolahan air untuk penjernihan dan mengurangi kesadahan dengan menyerap bau, rasa, warna, kaporit, kapur (CaCO3), logam berat
2. Pada pengolahan emas untuk menyerap konsentrasi emas (ore) dalam bentuk Carbon in pulp (CIP), Carbon in Leach (CIL), Carbon in Clear Solution (CIC) biasanya dari batok kelapa mesh 8-25
3. Pada pemurnian gas dengan menyerap belerang, gas beracun, bau busuk, asap dan pencegahan racun.
4. Pada pengolahan limbah untuk menyerap Bahan Beracun Berbahaya (B3) yaitu menyerap sianida yang terdapat pada limbah industri serat sintetik (akrilonitril), petrokimia, baja, pertambangan dan pelapisan logam (electroplating) dengan cara merendam karbon aktif dengan larutan Cu2+ (0,5%) yang menghasilkan daya serap sianida menjadi 82% dalam waktu 2jam.
5. Untuk menyerap logam berat Raksa/Hg, Cadmium/Cd, Plumbum/Pb/Timbal, Cromium/Cr penyebab sakit kanker
6. Penyegar/pembersih udara ruangan dari kandungan uap air/gas berbau/beracun, seperti pada mobil, kamar pendingin, botol obat-obatan serta peralatan-peralatan yang harus dilindungi dari proses perkaratan.
7. Pada industri obat dan makanan sebagai penyaring, penghilang warna, bau dan rasa tidak enak pada makanan.
8. Pada bidang perminyakan dipakai sebagai bahan penyulingan bahan mentah dan zat perantara

Sumber : https://boosterfish.com

Sistem Budidaya Ikan menggunakan Resirkulasi Air

RESIRKULASI pada dasarnya terdiri dari dua buah kata yaitu re-yang berarti kembali dan sirkulasi-yang berarti peredaran. Resirkulasi pada sistem budidaya merupakan suatu cara/teknologi untuk memanfaatkan media budidaya (air) yang telah digunakan dalam sistem produksi untuk digunakan kembali layaknya air yang baru. Dengan menggunakan berbagai treatment dan filter baik itu  mekanis dan/atau biologis dalam wadah terkontrol, air sisa/air buangan/air limbah budidaya yang seharusnya dibuang dapat dimanfaatkan kembali. Hal ini tentunya akan sangat menghemat waktu, biaya dan juga air yang digunakan untuk proses pergantian air.
Dalam media budidaya, pakan yang tidak termakan dan sisa feses akan terakumulasi di perairan dalam bentuk amoniak. Jumlah akumulasi amoniak yang besar di dalam perairan ini tentunya berbahaya untuk biota yang hidup di dalamnya dan harus segera dihilangkan dengan cara rutin melakukan pergantian air. Namun jika dilihat dari kacamata lingkungan, hal ini tentunya merupakan salah satu bentuk pemborosan sumber daya air.

 Di Negara maju seperti Norwegia, telah menggunakan sistem resirkulasi dalam proses budidaya untuk menghemat pemborosan sumberdaya air, yang  lebih dikenal dengan nama Resirculating Aquaculture System (RAS). Manfaat penerapan teknologi RAS ini memang sangat besar bagi pelaku budidaya salah satunya adalah menghemat penggunaan air bersih yang tentunya akan mengurangi cost produksi dan dalam skala besar dapat mengurangi  efek pemanasan global.
Gambar 1. Contoh Penerapan RAS dalam media Budidaya
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),Slamet Soebjakto di Jakarta belum lama ini menjelaskan bahwa teknologi RAS telah berhasil diadopsi dan dikembangkan di Indonesia dengan model dan perangkat prasarana yang lebih murah oleh tim Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Tatelu, Minahasa, Sulawesi Utara. Slamet menjelaskan filter fisika, filter biologi, sinar UV maupun generator oksigen bisa dimanfaatkan untuk mengkontrol dan menstabilkan kondisi lingkungan ikan, mengurangi jumlah penggunaan air dan meningkatkan kelulushidupan ikan.
Fernando, Kepala BPBAT Tatelu menuturkan bahwa prinsip dasar RAS di seluruh dunia hampir sama yaitu dengan memanfaatkan air media pemeliharaan secara berulang-ulang dengan mengendalikan beberapa indikator kualitas air agar tetap pada kondisi prima. RAS yang dikmbangkan pada BPBAT Tatelu telah mengalami modifikasi sesuai kondisi yang ada salah satunya dengan menggunakan peralatan yang berasal dari salam negeri. Biaya instalasi RAS yang dikembangkan oleh BPBAT tatelu hanya memakan Biaya tidak lebih dari 80 juta rupiah. Biaya ini meliputi pembelian peralatan, seperti generator 02, tangki filter, venturi, blower, ultraciolet dan material lainnya yang diperkirakan mempunyai umur pemakaian 6 (enak) tahun. Nilai ini jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan sistem instalasi RAS impor yang biayanya dapat mencapai ratusan juta rupiah per unit instalasi.
Gambar 2. Instalasi teknologi RAS yang dikembangkan oleh BPBAT Tatelu
Sumber : DJPB KKP
Peningkatan Produksi Benih
Pemanfaatan teknologi RAS ini tidak hanya dapat mengurangi cost produksi budidaya, namun juga dapat meningkatkan kualitas dan jumlah produksi benih ikan budidaya. Aliran air yang bersih (bebas dari mikroorganisme dan kotoran) dengan memanfaatkan berbagai filter dapat meningkatkan daya tetas telur dan jumlah benih hidup. Hal ini telah dibuktikan oleh BPBAT Tatelu dalam produksi benih ikan Nila. Fernando mencontohkan, dengan penerapan teknologi RAS pada kolam ikan Nila, mampu meningkatkan produksi benih hingga 5.000 ekor/m2, padahal dengan teknologi konvensional hanya sekitar 5 ekor/m2. Hal ini berarti, dengan penerapan teknologi RAS mampu menggenjot produksi benih hingga 100%. Menilik banyaknya manfaat dari penerapan teknologi RAS ini, pada awal tahun 2017, sejumlah daerah di Indonesia mulai menerapkan teknologi RAS untuk meningkatkan produksi benih ikan, salah satunya adalah Unit Pembenihan Perikanan (UPT) DKP Sulteng dan Balai Benih Air Payau (BBAP) Ujung Batee, Provinsi NAD.
Kepala UPT DKP Sulteng, Dr. Saldiansyah Effendy S.Pi, M.Si di Kota Palu menyebutkan bahwa pihaknya telah menginvestasikan dana sekitar 200 juta rupiah untuk menerapkan teknologi ini untuk produksi benih ikan nila. Diharapkan penerapan teknologi RAS ini dapat meningkatkan produksi benih ikan nila hingga 10% dari produksi tahun 2016. Saldi menjelaskan bahwa saat ini pihaknya optimis mampu meningkatkan  produksi benih ikan nila ntuk tahun 2017 ini menjadi 200.000 ekor/bulan, yang pada tahun sebelumnya hanya mencapai 15.000-20.000ekor/bulan seperti yang telah dilakukan BBAP Ujung Bate’e. Produksi benih ikan Nila saat ini telah mencapai 500.000 ekor benih nila setiap bulannya pada bak-bak pembenihan dengan kapasitas yang sama dengan UPT Pembernihan Perikanan Sulteng,
Bagaimana penerapan RAS?
Secara garis besar penerapan teknologi RAS tidak perlu wadah yang besar, karena teknologi RAS cukup dilakukan pada bak-bak kecil berkapasitas 10 ton air. Beberapa treatment yang dilakukan untuk menerapkan teknologi RAS adalah sebagai berikut:
Solid Removal
Tujuan step ini  adalah menghilangkan bahan-bahan padat yang mencemari perairan seperti sisa makanan, feses, maupun limbah berbentuk lainnya yang mencemari kolam. Pada step ini, bisa dilakukan penyaringan untuk menghilangkan limbah padat.
Biofiltration 
Setelah dilakukan penyaringan terhadap bahan-bahan pencemar padat yang masih terlihat tersebut, pada step ini dilakukan treatment untuk menghilangkan bahan pencemar yang tidak terlihat seperti amonia. Amonia merupakan gas pencemar di dalam perairan yang berbahaya bagi ikan. Salah satu cara untuk menghilangkan amonia adalah dengan menggunakan filter biologi salah satunya adalah melepaskan bakteri yang mampu merubah amonia menjadi nitrogen sehingga  aman dilepaskan ke lingkungan.
Dissolve gas control
Berikut merupakan step terakhir, yaitu dengan menambah jumlah oksigen terlarut sehingga air yang dilepaskan kaya akan oksigen terlarut yang baik untuk ikan budidaya. Setelah melewati step-step tersebut, air bisa dikembalikan lagi ke dalam kolam.

Resirkulasi berkembang pesat di sektor budidaya perikanan khususnya unit produksi yang besar. Juga pada sistem budidaya kecil untuk melakukan restocking, termasuk untuk menyelamatkan spesies yang terancam punah. Resirkulasi dapat dilakukan pada intensitas yang berbeda, tergantung seberapa banyak air yang disirkulasikan atau digunakan kembali. Pada beberapa budidaya, khususnya dengan sistem super intensif, membangun instalasi khusus yang terisolasi namun dapat menampung 300 liter air.

Dari sudut pandang lingkungan, terbatasnya jumlah air yang digunakan dalam resirkulasi tentu menguntungkan. Sebab tak dapat dipungkiri, di beberapa daerah air adalah sumber daya terbatas. Selain itu, penggunaan air yang terbatas, memudahkan untuk menghilangkan nutrisi yang telah disekresikan dari ikan. Dengan demikian, resirkulasi dianggap sebagai cara yang paling ramah lingkungan dalam budidaya ikan secara komersial. Nutrien yang dihasilkan ikan dapat digunakan sebagai pupuk pada lahan pertanian atau sebagai bahan dasar biogas.

Mengontrol parameter seperti suhu air, kadar oksigen, sangat penting pada proses resirkulasi. Tujuannya untuk memberikan kondisi yang stabil dan optimal untuk ikan, sehingga mencegah kondisi stres dan mewujudkan pertumbuhan yang lebih baik. Kondisi stabil menghasilkan pola pertumbuhan yang stabil pada masa mendatang dan memungkinkan pembudidaya untuk secara tepat memprediksi kapan ikan akan telah mencapai tahap atau ukuran tertentu.

Ada banyak keuntungan menerapkan sistem resirkulasi dalam budidaya ikan, namun manfaat utamanya adalah pencegahan penyakit. Dampak patogen pada sistem resirkulasi jauh berkurang karena hanya menggunakan air yang terbatas. Air untuk budidaya ikan tradisional diambil dari sungai, danau atau laut, yang secara alami meningkatkan resiko meningkatnya penyebaran penyakit.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan saat melakukan resirkulasi:
  • Perlu diingat bahwa resirkulasi adalah sistem air yang dipakai terus menerus dengan memakai sistem filtrasi.
  • Sistem ini memerlukan aliran air yang dapat terkendali dan keberadaan pompa untuk mengalirkan air tersebut.
  • Langkah pertama dalam proses resirkulasi adalah air dipompa dan masuk ke dalam kolam.
  • Selanjutnya air buangan yang berasal dari kolam dimasukkan ke dalam filter. Oleh filter, air melewati proses penjernihan yang dapat dimanfaatkan kembali untuk mengisi air pada kolam.
  • Sistem resirkulasi harus dilakukan secara berkala, sesuai kuantitas air yang diganti dan penggunaan air sekali pakai.
  • Adapun pembuangan air dilakukan menggunakan selang yang diberi saringan pada ujungnya, sehingga ikan tidak ikut tersedot atau terbuang.
  • Seperti disebutkan di awal, sistem resirkulasi menggunakan dua filter, yakni filter biologi dan fisik.
  • Yang termasuk pada komponen biologi adalah: pecahan karang, pasir dan bioball yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses nitrifikasi dari amoniak menjadi nitrat.
  • Yang termasuk filter fisik adalah cartridge filter yang berperan untuk menyaring partikel partikel yang tersuspensi di dalam air.
sumber: kkp.go.id

16 April 2020

manajemen air kolam di musim hujan

Pagi ini masih mendung dan hujan, memang beberapa hari ini daerah saya mendung dan turun hujan. Pagi ini saya ingin mengutarakan sesuatu yang sebenarnya sudah lama ingin saya katakan. Tentang Hujan.

Analisis, Fakta dan Data, Kendala/Penyakit, Management Air
Dalam Budidaya Lele, baik sangkuriang maupun jenis lain. Hujan Adalah Anugrah Bukan musibah. Air hujan sangat baik bagi lele (kecuali hujan salju, bisa pilek tuh lele). Kalaupun ada masalah setelah hujan turun, masalahnya bukan pada air hujannya, tapi pada cara yang anda lakukan dalam memperlakukan air kolam.

Saya rasa teknik apapun yang saat ini gunakan dirancang untuk mengolah/memperlakukan air kolam dengan baik sehingga tidak akan ada masalah saat terjadi penambahan (baik akibat hujan ataupun memang sengaja ditambahkan), pengurangan (penguapan). Jika pasca turun hujan terjadi maslaah pada kolam, telaah pada cara yang anda gunakan. bukan lalu menyalahkan hujan. anda mungkin bisa menambahkan pelindung/atap pada kolam. iya kalau kolammnya cuma 100-200 meter, apa jadinya kalau kolam budidaya anda mencapar1-2 hektar? berapa banyak biaya yang anda tanggung untuk membuat atap pada kolam seluas itu. apakan akan sebanding dengan hasilnya? sementara harga lele? (anda tentu tau bagaimana harga lele di pasaran).
Nah, teru lele saya koq suka menggantung setelah turun hujan? mungkin ada diantara rekan-rekan yang mengajukan pertanyaan seperti ini. Ada beberapa penyebab yang menyebabkan lele menggantung setelah ditimpa hujan.
  1. Kolam diguyur Air hujan yang Lewat Atap
    Ini yang sangat sering terjadi, biasanya bagi kita yang menygalami keterbatasan dana, kita membuat kolam di dekat rumah. biasanya ada sebagian kolam yang tertutupi atap rumah yang ketika hujan otomatis air hujan dari atap akan masuk ke kolam. Nah bisa jadi Residu/racun yang ada pada atap ikut terbawa ke kolam.
  2. Kolam Kurang Dalam
    Jika kolam tidak memiliki kedalaman yang ideal, maka ketika hujan turun, getaran yang ditimbulkan oleh hujan akan membuat lele stres. Karena lele sangat peka terhadap getaran, (bahkan di beberapa daerah lele digunakan sebagai salah satu hewan yang dapat memprediksi terjadinya gempa bumi). Gak percaya silahkan pake kalkulator anda dan cari di google.

    Lele akan merasa terganggu dengan getaran yang ditimbulkan, dan bukan karena airnya. maka setelah hujan reda biasanya lele menggantung karena stress. biasanya keadaan seperti ini tidak akan berlangsung lama, karena lele akan menyesuaikan sendiri.
  3. Lele Terlalu Padat
    Kepadatan juga berpengaruh terhadap menggantungnya lele pasca turun hujan, alasanyya kurang lebih sama dengan poin 2.
  4. Tidak Sesuai dengan SOP/Panduan
    Ini yang bisanya sangat sering terjadi. Biasanya (biasanya terjadi pada pemula seperti saya) kita kurang teliti dalam menerapkan teknik budidaya. Atau karena bahan yang harus disediakan tidak ada, jijik, atau alasan lainnya kita mengganti dengan bahan lain atau bahkan tidak menggunakannnya. nah ini adalah kesalahan mendasar dalam implementasi budidaya. (buat paa dibuat SOP kalau masih dilanggar)
  5. Asal Tebar
    Masih prilaku yang sering dilakukan oleh pemula biasanya, kita seringkali melihat kondisi kolam berdasarkan kasat mata, asal liat air sudah hijau, main tebar aja, liat air jernih, main pake aja, dll. makanya ketika terjadi hujan (terjadi perubahan komposisi air) lele stress dan menggantung.
  6. Campur-Campur
    Nah ini biasanya dilakukan oleh para coba-cobaers (yang suka coba-coba), biasanya kita menggabungkan beberapa teknik menjadi satu, ujung-ujungnya bukan untung malah buntung. biasanya yang seperti ini jangankan ketika hujan turun, ketika tidak turun hujan pun pasti banyak terjadi masalah
Nah, itu beberapa analisis yang didapat. Pendapat boleh beda, tapi pengalaman andalah yang membuktikan. Jika anda mengalami masalah di kolam setelah hujan turun,sementara banyak yang tidak masalah, berarti ada yang harus anda cek lagi pada kolam anda dan bukan fokus pada air hujannya

Penyebab kenapa ikan sering mengalami kendala ketika musim hujan:

1. Air Terlalu Asam
 Bukan rahasia air hujan mengandung asam, sehingga pH air semakin kurang baik untuk kehidupan ikan nila. Dan air kolam semakin asam. Untuk ikan-ikan nila besar biasanya akan terkena penyakit luka pada sisiknya.
Dan untuk mengatasinya biasanya petani menggunakan garam gosok, daun pepeya atau lebih praktis dengan menggunkan probiotik

2 Adanya Hama Penyakit
Mengapa dimusim hujan banyak ikan nila yang mengambang mati, hamalah yang di khawatirkan? Karena pada musim penghujan tiba dapat memicu meningkatnya hama penyakit juga  mikroorganisme yang merugikan budidaya ikan  nila . Di musim hujan, hama penyakit banyak yang datang dan mengancam kematian ikan nila. Inilah alasan mengapa ikan nila banyak yang mati mendadak di waktu hujan.

Makanya petani ikan biasanya memberikan obat alami dari temulawak atau kunyit supaya ikan lebih tahan terhadapa hama penyakit dan perubahan cuaca yang ekstrim.
Atau bisa juga mengasikhkan daun mengkudu atau daun yang lainnya. Dan untuk lebih efektif bisa dikasihkan probiotik biogan pada campuran pakannya, untuk yang tidak banyak memiliki waktu karena usaha pembesaran ikan nila sebagai pekerjaan sampingan atau cuman sekedar hobi saja.

3. Perubahan Kualitas Air
Penyebab lainnya mengapa ikan nila mendadak mati mengambang   saat hujan tiba, ini karena adanya perubahan pada air kolam yang terjadi secara derastis. Air kolam yang terkena air hujan langsung akan semakin asam juga sisa kotoran ikan dan sisa makanan yang tidak termakan akan semakin menjadi . Tentunya hal ini akan membuat kulitas air menjadi turun.

Apalagi kalau saat hujan kelebihan memberikan pakan pabrik ke ikan-ikan nila jelas ini akan menyebabkan kulitas air turun dan bisa menyebabkan sumber penyakit yang pada saat tertentu membuat ikan nila stres dan terserang penyakit dan menurun daya tahn tubuhnya.
Makanya dengan pemberian probiotik biogan besama pakan akan membuat didalam tubuh ikan cukup bakteri pengurainya , makanan lebih banyak terserap menjadi daging dan pertumbuhan serta energi. Karena menurut penelitian teknologi probiotik itu akan menyerap makanan menjadi daging sebanyak 70 sampai 90 %.

Sedangkan makanan tanpa probiotik hanya akan diserap menjadi daging hanya 60% samapai 70% saja dan sisanya itu akan menjadi feses. Jelasa ini merugikan .Serta dengan penggunaan probiotik biogan juga nafsu makan ikan akan stabil jadi kegitan pemberian pakan akan lebih enak.
Dengan lebih banyak pakan yang terserap menjadi daging, serta sisa makanan telah terurai dengan baik maka jelas kulitas air lebih baik.

4. Kurangnya Sinar Matahari
Kurangnya dapat sinat matahari saat musim hujan disampaing semakin asam, juga suhu lingkungan semakin dingin. Serta pasokan oksigen dalam air kolam pun kurang  Dan kondisi kurangnya sinar matahari yang masuk tersebut akan dapat memicu oksigen di dalam kolam menjadi berkurang yang menyebabkan banyak ikan menjadi mati.

Makanya banyak sekali petani ikan yang menggukan aerator supaya ada arus , supaya ikan lebih asik dan pasokan oksigen juga lebih baik. Serta dalam kondisi suhu yang dingin ikan tetap bergerak karena adanya arus dari aerator ini.

5. Stres
Karena curah hujan yang tinggi dan air hujan yang besar disertai angin serta petir maka akan membuat ikan nila stres. Dan karena stress ini ikan akan hilang nafsu makannya dan tiba-tiba saja setelah hujan ikan-ikan nilanya mengambang.
Makanya kita gunakan probiotik adalah untuk membuat ikan anti stress dengan terlihat nanti ikan-ikan nila tetap lincah berenang dalam segala kondisi.

Beberapa hal yang mesti kita perhatikan di kala musim hujan:
Ketika musim hujan anda wajib memberikan tempat yang terbaik untuk tempat budidaya anda, kondisi kolam di musim hujan berperan sangat penting untuk mmepertahankan usaha anda.

1. Pilih Kolam yang Jauh dari Banjir
Mungkin memang tidak dapat diperkirakan secara pasti banjir akan datang di area mana, sebelum ternak bibit lele anda wajib mengetahui lokasi kolam yang terbaik, yaitu yang rendah resiko nya terhadap banjir sebagai antisipasi di saat musim hujan tiba. Anda bisa memperkirakan dari kebiasaan ketika musim hujan tahun tahun sebelumnya juga dari tersedianya tempat peresapan air di lingkungan sekitar.

Umumnya kolam bibit lele memiliki kedalaman 4 kaki, di musim hujan kurangi yaitu dengan kedalaman maksimal 4 kaki agar ketika terjadi hujan air kolam anda tidak meluap, air yang meluap beresiko menghanyutkan bbit bibit lele anda.

4. Beri Vitamin C
Vitamin C baik untuk bibit lele anda di musim hujan sebab mampu meningkatkan daya tahan tubuh bibit lele.

5. Beri Pupuk Pada Kolam
Pupuk juga penting untuk kolam bibit lele anda agar tanah menjadi subur dan tidak mudah terkena parasit apalagi di musim hujan dimana kuman mudah berkembang. Kondisi kolam yang sehat juga akan mencegah bibit lele anda dari berbagai penyakit.

6. Beri Pagar dan Jaring
Diperlukan untuk melindungi bibit lele anda dari hewan seperti katak dan ular di musim hujan. Kata dan ular sering berburu di musim hujan untuk mencari makanan, pagar dan jaring tidak mampu dimasuki atau ditembus oleh tubuh katak dan ular sehingga bibit lele anda terhindar dari serangan hewan predator.

7. Beri Obat Anti Jamur Di Kolam
Di musim hujan, obat anti jamur dapat anda berikan di kolam lele anda setiap satu bulan sekali, hal ini penting sebab di musim hujan mudah timbul jamur akibat kondisi udara lebih lembab. Jamur tersebut dapat menyebabkan kesehatan air kolam menurun yang juga beresiko berpengaruh pada kesehatan bibit lele anda.

8. Jaga Kebersihan Air
Di musim hujan air mudah kotor akibat curah air tinggi, kadar asam meningkat, serta air bersifat lebih asam, ganti air setidaknya setiap 15 hari sekali.

9. Gunakan Obat Gannex
Obat ganex adalah obat untuk mengeluarkan gas amoniakatau gas nitrogen yaitu gas yang berasal dari kotoran bibit leleyang bereaksi kondisi udara serta kondisi air di kolam. Di musim hujan tingkatkelembababn udara meningkat sehingga gas amoiak mudah menggumpal.

10. Gunakan Penutup Kolam
Dimaksudkan agar tidak kolam tidak terkena air hujan terlalu banyak, dapat anda gunakan ketika hujan deras atau dalam kondisi tertentu.

11. Kurangi Porsi Makanan
Di musim hujan darah bibit lele menjadi lebih asam sehingga bibit lele menjadi kurang aktif, nafsu makan menjadi menurunsebab itu kurangi sedikit porsi makanan dengan takaran yang tepat agar tidak ada sisa makanan yang mengotori kolam sehingga air kolam tidak tercemar.

12. Beri Kapur Nutrilime Atau Bonggol Pisang
Hhal ini bertujuan untuk menetralkan kadar PH pada kolam. Seperti yang kita ketahui bahwa kadar asam di kolam ketika musim hujan dapat meningkat sehingga mempengaruhi kondisi PH kolam. Selain dengan cara tersebut, bisa juga dengan menggunakan daun, buah, atau batang pepaya yang dimasukkan ke dalam kolam bibit lele anda agar mendorong tumbuhnya lumut yang jika dimakan bibit lele akan bertindak sebagai obat alami sehingga bibit lele aman dari berbagai jenis penyakit yang beresiko muncul di musim hujan.

13. Tambah Garam Pada Kolam
Hal ini bertujuan untuk membunuh parasit atau kuman sehingga kolam bibit lele anda dalam kondisi sehat serta bibit lele anda juga mampu berkembang dan tumbuh dengan baik.
Budidaya ternak bibit lele bisa menjadi salah satu ide usaha yang tepat untuk menambah penghasilan anda di samping pekerjaan utama anda saat ini. Juga sebagai sumber yang bagus untuk kebutuhan gizi keluarga sehari hari.

07 April 2020

Tahapan Pembesaran Lobster air tawar


  1. 1.    Persiapan wadah dan media
Prosedur persiapan wadah dan media sebagai berikut :
  1. Sediakan alat dan bahan yang diperlukan
  2. Pencucian bak pemeliharaan dengan cara menyikat dari lumut yang menempel dan kotoran yang berada pada dasar maupun dinding bak
  3. Pengeringan bak selama beberapa hari atau langsung diisi dengan air kemudian dibiarkan 1 hari
  4. Pengisian air media dengan ketinggian antara air 15-20 cm pada bak setinggi 40 cm. Air yang digunakan harus bersih dari kotoran atau air yang talah diinapkan  minimal selama 12 jam
  5. Pemberian plastik bergelombang atau dengan menggunakan pipa paralon ukran 1-2 inchi
  6. Pengaturan aerasi yang berupa pengaturan tekanan aerasi dipasang sebanyak 1 buah pada bak pemeliharaan dan pastikan posisi selang dan batu aerasi sudah tepat


2.    Penebaran Benih
Prosedur Penebaran Benih  sebagai berikut :
  1. Sediakan alat dan bahan yang diperlukan
    1. Tentukan padat tebar benih. Untuk padat tebar bervariasi antara 50-100 ekor/M2
    2. Benih yang akan ditebar diseleksi berdasarkan ukurannya
    3. Hitung jumlah benih yang akan di tebar
    4. Aklimatisasi benih dilakukan dengan merendamkan benih dalam media pemeliharaan kemudian benih ditebar secara perlahan agar terhindar dari stress. 
3.    Pemeliharaaan Benih

Prosedur pemeliharaan benih sebagai berikut :
  1. a.      Pemberian pakan
Pakan yang diberikan untuk benih dapat berupa : pellet, cacing, keong dan tepung. Pemberian pakan diberikan dengan prosedur :
  1. Sediakan alat dan bahan yang diperlukan
  2. Pemberian pakan pellet dapat langsung ditebarkan pada bak
    1. Dalam pemberian tubifek dilakukan pencucian terlebih dahulu sebelum diberikan pada benih dan keong mas diberikan dalam bentuk cacahan.
    2. Sedangkan pemberian pakan berupa tepung untuk benih diberikan dengan pemberian air sedikit agar tepung tidak mengapung pada permukaan air.

  1. b.      Pengelolaan kualitas air
Prosedur  pengelolaan kualitas air sebagai berikut :
  1. Sediakan alat pengukuran kualitas air
  2. Lakukan pengukuran suhu, pH, DO dan ketinggian air
    1. Pergantian air cukup membuka saluran pengeluaran dan mengganti dengan air yang baru
    2. Sypon dilakukan dengan menyedot kotoran dengan menggunakan selang
    3. Catat data nilai pengukuran kualitas air per hari
     





  1. c.       Sampling
Prosedur sampling sebagai berikut :
    1. Sediakan alat dan bahan yang diperlukan
    1. Ambil sample sebanyak 10 ekor lobster dan ditimbang
    2. Sample dirata-ratakan dengan menjumlahkan seluruh berat hasil timbangan kemudian dibagi dengan jumlah sample yang diambil.
    3. Ukur panjang total lobster sebayak 10 ekor kemudian rata- ratakan
    4. Catat data hasil samplingperminggunya

4.    Pemanenan
Prosedur  pemanenan sebagai berikut :
  1. Sediakan alat dan bahan yang dipelukan
  2. Angkat pipa paralon atau plastik bergelombang
  3. Buka saluran pengeluaran air kemudian biarkan lobster keluar dan terampung pada wadah penampungan

5.    Pengemasan
Prosedur  pengemasan sebagai berikut :
  1. Sediakan alat dan bahan yang diperlukan
  2. Sediakan kantong plastik yang di isi air bersih
  3. Masukan lobster kedalam kantong yang berisi air
  4. Injeksi dengan oksigen
  5. Kemudian ikat dengan karet gelang.
6.    Pengangkutan
  1. Sediakan alat dan bahan yang diperlukan
  2. Menyiapkan wadah styrofoam
    1. Masukkan kantong yang sudah berisi lobster kemudia lakukan pemberian es pada sisistyrofoam
    2. Pemberian label pada bagian atas styrofoam
      1. Pemberian lakban dengan erat kemudian disusun pada mobil pengangkut dan usahakan tumpukan padat sehingga rapat dan menghindari tumpukan jatuh