Wikipedia

Hasil penelusuran

03 April 2020

teknis mina padi

Pengembangan minapadi saat ini lebih dimungkinkan seiring dengan perbaikan fasilitas sistem irigasi persawahan dan dukungan pemerintah. Usahatani minapadi perlu dilakukan melalui pendekatan secara holistik dalam memanfaatkan sumber daya lahan, air, tanaman padi, dan ikan yang efisien agar menguntungkan.

Dengan demikian, maka peluang keberhasilan dalam mengelola sumberdaya yang terbatas dapat lebih maksimal. Dengan lahan persawahan Indonesia yang cukup besar sehingga dimungkinkan produksi perikanan yang diperoleh dari penerapan minapadi juga besar.

Usahatani minapadi memiliki keunggulan antara lain secara tidak langsung telah menerapkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Ikan membantu memakan binatang-binatang kecil yang merupakan hama tanaman padi (carnivora) dan juga gulma kecil pada lahan sawah.

Pada sore hari ketika ikan menggoyang-goyangkan tanaman padi, serangga yang hinggap pada padi akan terbang kemudian dimangsa oleh burung layang-layang; selain itu, dengan pemanfatan lahan secara tumpangsari dengan tanaman padi dan ikan di sawah, maka produktivitas lahan akan meningkat;

Keuntungan lainnya adalah dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk dan air. Pada kegiatan minapadi, kotoran ikan merupakan sumber pupuk organik bagi tanaman padi. Rendahnya pemakaian pupuk oleh petani karena adanya korelasi ekologis antara penanaman ikan dengan peningkatan kesuburan tanah. Kotoran ikan dan sisa makanan menjadi pupuk dan menghemat keperluan pupuk sekitar 20-30%;

Dengan menerapkan usaha minapadi juga mampu mengurangi pemakaian insektisida dan pertumbuhan rumput. Hal ini terjadi karena terciptanya hubungan yang harmonis antara padi, ikan, air, dan tanah. Minapadi dapat meningkatkan efisiensi tenaga kerja yang dicurahkan dalam pengelolaan minapadi terutama dalam pemupukan, penyemprotan, dan penyiangan.

Meningkatkan hasil setara padi dan distribusi pendapatan. Melalui minapadi, sumber pendapatan petani tidak hanya dari padi tetapi juga dari ikan yang bisa sering dipanen. Dengan demikian, minapadi selain memperkuat dan meningkatkan sumber dan besarnya pendapatan petani, sekaligus juga meingkatkan distribusi pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

MInapadi juga mendukung peningkatan ragam protein hewani, serta menyediakan lapangan kerja baru. Kegiatan minapadi akan menciptakan usaha baru seperti usaha pendederan bibit ikan, usaha pemasaran ikan dan juga pengolahan ikan.

Dari sisi lingkungan, minapadi mampu menekan Emisi Gas Metan. Dengan pola minapadi produksi gas metan yang dibuang dari sisa pemupukan berkurang. Gas metan yang dihasilkan dari minapadi hanya 57,3 kg/ha/musim, sementara monokultur padi menghasilkan gas metan 66,6 kg/ha/musim. Penurunan itu akan semakin nyata jika minapadi ditambah 2 ton/ha azolla, dimana gas metan yang dihasilkan hanya 45,0 kg/ha/musim.

Dengan rekayasa sistem tanam padi dengan cara tanam jajar legowo 2:1, berdasarkan hasil penelitian terbukti dapat meningkatkan produksi padi sebesar 12-22%. Sistem jajar legowo memberikan ruang yang luas (lorong) dan sangat cocok dikombinasikan dengan pemeliharaan ikan (minapadi jajar legowo).

pengembangan konsep mina padi ini bertujuan juga untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian, mengurangi, serangan hama dan penyakit tanaman padi, serta meningkatkan pendapatan petani.

mina padi kolam dalam merupakan kegiatan  tanam  padi  sekaligus kolam  ikan  yang dilakukan  bersamaan  dengan perbandingan  bagian  untuk  kolam  maksimal  20% dari  lahan,  dengan  kedalaman  kolam  minimal  80 cm.


Pertimbangan pemilihan lokasi yaitu memiliki sumber air yang cukup selama pemeliharaan serta bebas dari cemaran patogen, bahan organik, dan kimia. Di samping itu, perlu untuk memperhatikan apakah lokasi bebas banjir dan dekat dengan pemukiman dengan akses jalan yang baik untuk memudahkan pengawasan maupun distribusi benih, pakan, atau pun panen. Adapun jenis tanah hendaknya berlumpur dan berpasir sehingga tanah tidah porous, dengan perbandingan tanah dan pasir 60% : 40%.

persiapan lahan
Sebelum  pengolahan  lahan,  langkah awal adalah membuat konstruksi kolam dalam dan perbaikan tanggul. Lebar pematang dibuat 75 cm, sementara kedalaman kolam 80 cm diukur dari pelataran padi. Pelataran padi dibuat agak miring sehingga selisih daerah tertinggi dengan terendahnya 20 cm. Lebar dasar kolam dibuat 75 cm.



Selanjutnya, tanah diolah dengan membajak tanah saat mulai jenuh air sedalam  20 cm  atau  lebih dan tidak  perlu  menunggu tergenang. Setelah  pembajakan  pertama, lahan  dibiarkan tergenang  selama  5—7  hari. Selanjutnya, dilakukan pembajakan  kedua  diikuti penggaruan/perataan.



Untuk menekan laju pertumbuhan gulma yang menganggu pertumbuhan tanaman padi, gulma dan sisa-sisa tanaman perlu dibersihkan. Setelah itu ikuti dengan pembuatan caren dan pemasangan mulsa di pematang.

Setelah konstruksi sawah mina padi selesai, langkah berikutnya melakukan pemupukan dan pengairan sawah. Pupuk kandang/kotoran ayam diberikan sebanyak 5 ton/ha sebagai pupuk dasar yang sangat baik untuk menumbuhkan pakan alami. Di samping itu, berikan kapur dolomite sebanyak 3 sak per 500 m persegi. Jika menggunakan pupuk buatan, urea, TSP, dan KCI diberikan masing-masing sebanyak 1/3 bagian sebagai pupuk dasar dengan cara ditebar saat tanam sekali pemupukan. Takaran pupuk yang diberikan sebaiknya berdasarkan rekomendasi pupuk setempat.



Benih padi yang digunakan berupa varietas unggul yang memenuhi syarat, di antaranya • berdaya hasil tinggi, tahan genangan, tahan rebah, rasa nasi sesuai keinginan petani dan permintaan pasar, serta tahan terhadap hama penyakit utama dan mampu beradaptasi di lokasi setempat. Adapun varietas yang pernah dipakai seperti yg di Sleman adalah IR 64 (produktivitas 8,82—11,04 ton/ha GKP), Ciherang (9,7—11,20 ton GKP), Mandala (12,01—12,50 ton GKP), Ketan Merah (8,8 ton GKP), Cempo Merah (9,2 ton GKP), serta Makongga (6,8 ton GKG). Adapun persemaian menggunakan 5—6% dari luas yang akan ditanami.

pengisian air
Setelah 10—15 HST (hari setelah tanam) atau sesudah pemupukan susulan pertama, air dinaikan mengikuti pertumbuhan tanaman. Pada pintu pemasukan dan pengeluaran air dipasang saringan dari kawat atau anyaman bambu untuk mencegah keluarnya ikan  yang dipelihara dan mencegah ikan liar masuk ke dalam petakan. Pada pintu pengeluaran air dipasang pelimpasan air untuk menahan air sesuai dengan kebutuhan dan membuang air yang berlebihan saat terjadi hujan.


Ketinggian  air  harus disesuaikan  dengan  tingkat pertumbuhan  padi.  Saat awal  pemeliharaan  ikan, ketinggian  air  pada  pelataran padi  setinggi  40%  dari  tinggi tanaman  padi  atau  berkisar 10—15 cm. Setelah  padi berumur  tiga  minggu,  ketinggian  air  di  pelataran  bisa dinaikkan hingga 20—25 cm. Kualitas  air  yang  baik di antaranya dilihat  dari  pH  air pada kisaran 6,5—8,5;  Suhu  28—31oC, dan DO 2,5—5.



Pemasangan jaring dan penebaran benih ikan
Jaring  sebaiknya  dipasang  terlebih  dahulu  sebelum  dilakukan  penebaran benih  ikan. Pemasangan jaring dilakukan untuk menjaga tanaman padi dan ikan dari serangan hama seperti burung emprit dan bangau. Jaring  berupa gillnet yang dirangkai  dengan tali plastik  dan dipasang di atas  petakan  sawah  menggunakan  patok  bambu. Untuk mencegah berang-berang/regul masuk ke petakan sawah, jaring  dipasang  pada tepi  atau  keliling  pematang  sawah  dengan  ketinggian  sekitar  75  cm.
Penebaran benih ikan dilakukan pada saat tanaman padi berumur 7—15 hari. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari rusaknya tanaman. Pada umur tersebut, tanaman padi sudah tahan genangan air. Untuk mina padi, pembesaran ikan menggunakan benih ukuran 15—20 g dengan kepadatan 3—5 ekor per m persegi. Sementara ugadi (udang galah dan padi) menggunakan tokolan dengan berat 4—5 g/ekor dengan kepadatan 10 ekor per m persegi.



Pemberian pakan dan panen ikan
Pemberian pakan ikan dilakukan pada pagi dan sore sebanyak 4% dari berat badannya. Pada saat tanaman padi berumur 1—6 minggu, pakan disebar di antara tanaman padi. Sementara saat umur padi 7 minggu dan seterusnya, pakan disebar di kolam dan di kemalir. Adapun kandungan protein pakan yang diberikan berkisar 30%.
Panen ikan dapat dilakukan tergantung kondisi. Bisa dilakukan  10 hari  sebelum  panen  padi atau  setelah  kanopi  padi sudah  menutup  seluruh permukaan tanah. Cara lain, panen ikan  dilakukan setelah tanaman padi dipanen, jika  varietas padi  berumur  genjah/pendek.



17 Maret 2020

Alternatif bahan pakan ikan

Keberhasilan usaha budidaya ikan sangat ditentukan oleh penyediaan pakan yang memadai baik kuantitas maupun kualitas, karena pakan merupakan unsur utama dalam pertumbuhan ikan. Namun penyediaan pakan seringkali menjadi kendala disebabkan harganya yang tinggi karena biaya pembuatannya yang cukup tinggi (hampir 70% dari biaya produksi). Untuk itu Balai Budidaya Air Tawar Jambi melalui Proyek Pengembangan Rekayasa Teknologi Balai Budidaya Air Tawar Jambi mengadakan penelitian untuk mencari alternatif pakan lain yang dapat dibuat sendiri dari bahan-bahan lokal serta memanfaatkan hasil samping.

Bahan baku merupakan faktor utama yang harus tersedia dalam produksi pakan buatan dan pakan alternatif. Bahan baku secara umum dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar yaitu bahan baku yang berasal dari tumbuhan dan hasil ikutannya (nabati) serta yang berasal dari hewan dan hasil ikutannya (hewani).
Bahan – bahan baku yang dipakai dalam pembuatan pakan ikan berfungsi sebagai sumber protein, energi, mineral dan vitamin. Faktor utama yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan pakan adalah kandungan nutrisi bahan, tingkat kecernaan, ketersediaan, kontinuitas dan harga.
Pakan Alternatif
Pakan alternatif adalah istilah yang diberikan untuk pakan ikan yang bahannya berasal dari bahan-bahan limbah baik yang berasal dari industri olahan makanan atau ternak yang masih termanfaatkan. Beberapa pakan alternatif yang berasal dari limbah pengolahan makanan seperti onggok, molasses, ampas tahu, ampas kecap, CPO, dll sudah banyak digunakan sebagai pakan ternak. Penggunaannya sebagai bahan pakan dapat dicampurkan dengan bahan tambahan pakan lainnya atau bisa juga diberikan secara langsung pada ikan/ternak.
1.  Minyak Inti Sawit dan Ampas Minyak Sawit
Minyak inti sawit merupakan minyak murni hasil ekstraksi biji sawit. Sedangkan sisa dari pembersihan/pemurnian tersebut diperoleh ampas minyak sawit yang berbentuk padat. Sejauh ini sudah banyak yang memanfaatkan limbah ini sebagai pakan ternak (sapi). Penggunaan minyak sawit (CPO) pada pakan dapat langsung dicampur pada pakan siap, sedangkan ampas minyak sawit dapat dicampurkan dengan bahan-bahan tambahan pakan lainnya.
Nilai gizi dari minyak inti sawit ini cukup baik yaitu kandungan protein 15,3%, lemak 57,2%; air 23,4% dan abu 11,3%, sedangkan ampas minyak sawit sebagai bahan baku pakan ikan terlebih dahulu harus diproses menjadi tepung dengan nilai gizi yang terkandung didalamnya protein 16,09%; lemak 5,39% dan abu 8,59%.
2.  Ampas Kecap
Ampas kecap merupakan limbah dari proses pembuatan kecap yang berbahan dasar kedelai yang memiliki kandungan protein cukup tinggi. Untuk menjadi bahan baku pakan,ampas kecap harus diolah menjadi tepung dengan lebih dahulu dikeringkan dalamoven/dijemur. Nilai gizi yang terkandung adalah protein 10,32%;lemak 6,93%;air 52,98% dan abu 6,72%.
3.  Onggok
Onggok yang berasal dari ubi singkong merupakan limbah padat dari pengolahan tepung tapioka. Sebagai ampas pati singkong yang mengandung banyak karbohidrat, onggok dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, nilai gizi yang terkandung pada onggok adalah protein 3,6%; lemak 2,3%;air 20,31% dan abu 4,4%.
4.  Ampas Tahu
Ampas Tahu merupakan limbah dari proses pembuatan tahu. Untuk menjadi bahan baku pakan, ampas tahu bisa langsung diberikan pada ikan dengan tambahan sedikit ikan asin, atau dapat juga diolah lebih dulu menjadi tepung dengan mengeringkannya dalam oven/dijemur lalu digiling. Nilai gizi yang terkandung adalah protein 8,66%; lemak 3,79%; air 51,63% dan abu 1,21%.
5.  Ampas Tempe
Limbah pengolahan tempe yang berasal dari bahan baku kacang kedelai, baik berupa kupasan kulit ari kacang kedelai juga limbah cair berupa air rebusan dapat dimanfaatkan untuk bahan makanan ikan. Nilai gizi limbah pengolahan tempe lebih tinggi dibanding ampas tahu.
6.  Molases
Molases merupakan sisa hasil produksi pada industri pengolahan gula yang berbentuk cair. Molases sudah banyak dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pakan ternak, karena kandungan gizinya cukup baik.
7.  Orgami
Orgami merupakan hasil buangan pengolahan penyedap rasa. Setelah melalui proses penyaringan raw sugar (tetes tebu) dan molases sebagai bahan baku, dihasilkan gypsum. Selanjutnya melalui tahap koagulasi dihasilkan orgami sebagai limbah cair dan dielet humus sebagai limbah padatnya. Nilai gizi orgami adalah protein 5,28%; lemak 3,41%; air 68,29% dan abu 4,77%.

Pakan Alternatif untuk benih ikan / ikan kecil

Pakan alami ialah makanan hidup bagi larva dan benih ikan mencakup fitoplankton, zooplankton dan bentos serta berperan sebagai sumber protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Di samping pakan alami mengandung gizi yang lengkap (lihat Tabel) dan mudah dicerna.
Mengapa demikian? Hal itu disebabkan ia mengandung enzim yang dapat membantu pencernaan di usus larva atau benih ikan yang belum berkembang alat pencernaannya.
Pakan alami berukuran relatif kecil (150 mikron – 1 mm) sesuai dengan bukaan mulut larva atau benih dan bergerak tidak begitu aktif sehingga mempermudah larva atau benih untuk memangsanya. Karena sifatnya hidup, pakan alami tidak mencemari media pemeliharaan larva atau benih ikan.
Pakan alami jenis fitoplankton diketahui sebagai makanan awal bagi larva ikan laut yang relatif bukaan mulut larvanya kecil. Sedangkan sebagian larva ikan tawar banyak memanfaatkan zooplankton karena bukaan mulutnya relatif besar.
Namun beberapa ikan air tawar termasuk ikan hias ada bukaan mulut larvanya relatif kecil sehingga di dalam usaha pembenihan memerlukan zooplankton yang ukuran kecil. Pakan alami sebagian mudah didapat dari alam dan ada yang mudah dibudidayakan.
Media kultur untuk pembudidayaan apakan alami dapat berupa media alga atau media yang banyak mengandung bakteri untuk itu fasilitas pengembangbiakan khususnya alga perlu dipersiapkan. Sedangkan media bakteri mudah didapat dengan menggunakan kotoran hewan. Penyediaan pakan alami secara berkesinambungan dan peruntukannya yang tepat akan meningkatkan pertumbuhan dan sintasan larva dan benih ikan.
Ada beberapa jenis pakan alami yang dapat dibudidayakan seperti infusoria (Paramecium), rotifer, moina, dan daphnia. Berikut ini keterangan singkat dari setiap pakan alami yang dibudidayakan.

Infusoria/Paramecium (100 – 150 mikron)
Pakan alami ini biasanya digunakan untuk larva ikan air tawar dengan panjang bukaan mulut berkisar 100 – 500 mikron. Wadah budidaya dapat menggunakan toples, waskom, ember, dan lain-lain.
Medianya dapat berupa air sumur yang diberi sayuran (kangkung, selada), jerami, dan bahan organik lainnya di antaranya kuning telur. Kuning telur yang sudah dipisahkan dengan putih telur dikocok dengan air selanjutnya disaring dengan saringan terilin. Setelah itu ditambah dengan daun kipait dan diberi 1 – 2 sendok air selokan.
Panen infusoria dilakukan dengan cangkir atau dengan saringan nano plankton  setelah 3 – 4 hari pemberian kuning telur. Untuk mendapatkan infusoria yang berkesinambungan dibutuhkan 4 wadah.

Rotifer (150 – 175 mikron)
Pakan ini biasanya digunakan bagi larva atau benih ikan dengan bukaan mulut 150 – 200 mikron. Wadah budidaya yang digunakan dapat berupa bak yang cukup besar seperti bak plastik, fiber, atau beton.
Medianya berupa alga (Chorella sp) yang dibiakkan dengan pupuk kimia untuk skala kecil, 100 mg/l MgSO4, 200 mg/l KH2PO4. Sementara itu, untuk skala besar menggunakan urea (1.000 ppm) dan TSP (200 ppm) dengan salinitas 11 persen.
Bibit rotifer (Brachionus sp) diinokulasi setelah biakan alga berumur 6 hari. Panen dilakukan 3 – 4 hari dengan serokan plankton setelah media yang berwarna hijau berubah menjadi pucat/putih. Untuk mendapatkan rotifer yang berkesinambungan dibutuhkan 6 bak.

Moina dan Daphnia (1 – 4 mm)
Pakan jenis ini biasanya diperuntukkan benih ikan hias air tawar pasca larva dengan ukuran bukaan mulut 0,8 mm. Wadah budidayanya dapat menggunakan bak fiber atau beton dengan kedalaman 0,8 m dengan media diaerasi atau tidak diaerasi.

Media berupa air sumur/sungai dipupuk dengan kotoran ayam (1.000 ppm). Pupuk ulang 0,5 dosis pada minggu kedua dan ketiga.

Lalu, bibit moina dan daphnia diinokulasi sehari setelah pemupukan awal seberat 1 g/m3. Panen moina dilakukan 7 hari setelah inokulasi dengan serokan terilin dan sebaiknya dipanen selama 3 hari. Sedangkan panen daphnia dilakukan setelah umur 3 minggu sebanyak 25 g/m3/hari. Untuk mendapatkan moina berkesinambungan dibutuhkan 6 bak.
 
 
(Sumber : BBAT JAMBI – DITJEN PERIKANAN BUDIDAYA )

10 Maret 2020

Penggunaan Hipofisa dalam pemijahan ikan


Hipofisa adalah kelenjar endokrin yang terletak dalam sella tursika, yaitu lekukan dalamtulang stenoid. Kelenjar hipofisa paling tidak menghasilkan tujuh hormon yaitu GH, ACTH,TSH, LTH, FSH, LH, ICSH, MSH. (budiyanto, 2002) Hipofisa terletak dibawah otak, jadi untuk mengambil kelenjar hipofisa langkah pertama yang harus diambil adalah mengeluarkan otak.Kelenjar pituitari atau kelenjar hipofisa merupakan organ yang relatif kecil ukurannya jika dibandingkan dengan ukuran tubuh, tetapi mempunyai pengaruh pada sejumlah proses vital dalam tubuh manusia maupun hewan. Pengaruh yang luas dari kelenjar hipofisa di dalam tubuhdisebabkan olah kerja hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisa tersebut (Djojosoebagio, Hipofisasi adalah menyuntikkan suspensi kelenjar hipofisakepada ikan yang akan dibiakkan. Kelemahan dari tekhnik hipofisasi adalah hilangnya sejumlah ikan donor untuk diambil hipofisanya.
Kebutuhan benih ikan lele semakin hari semakin banyak permintaan untuk menanggulangi banyaknya jumlah permintaan kita perlu mencari solusi.

Salah satu solusi untuk mengatasi besarnya jumlah permintaan yaitu melakukan proses penyuntikan hormon HIPOFISA. Penyuntikan hormon HIPOFISA bertujuan untuk merangsang ikan agat telur cepat matang dan merata telur yang siap untuk menetas.

Ikan lele salah satu jenis ikan yang bisa dilakukan proses penyuntikan hormon HIPOFISA. Dengan penyuntikan atau rangsangan hormon ini jumlah telur ikan lele yang akan keluar saat proses perkawinan atau pemijahan akan lebih banyak. Dengan hormon ini kematangan telur ikan lele akan meningkat banyak.
apabila permintaan benih ikan lele mencapai ratusan ribu, satu ikan lele tidak mencukupi anaknya jika dilakukan dengan cara normal.

Maka perlu dilakukan penyuntikan hormon. hormin ini dapat disiapkan dari kelenjar hipofisa ikan lele atau dari ikan mas ataupun menggunakan hormon buatan sintesis buatan pabrik.
Beberapa jenis hormon sintesis tersebut misalnya Ovaprim, HCG, dan LHRH. Hormon Ovaprim relatif mudah diperoleh karena sudah dijual umum seperti di toko perikanan di beberapa kota besar. HCG sebenarnya merupakan hormon untuk manusia sehingga hanya dapat diperoleh bila disertai resep dokter, sedangkan LHRH tergolong agak sulit diperoleh.

Penyuntikan hormon alamiah (hipofisa)
Penyuntikan memerlukan kelenjar hipofisa. kelenjar hormon bisa didapatkan padapikan yg terletak di bawah otak kecil. Setiap ikan (juga makhluk bertulang belakang lainnya) mempunyai kelenjar hipofisa yang terletak di bawah otak kecil.
Ikan lele akan menjadi resipien. Resepien adalah penerima hormon dari donor kelenjar hipofisa. Pendonor Hipofisa antara lain dapat dipilihkan dari lele, ikan mas (tombro, karper, Cyprinus carpio), atau lele lokal (Clarias batrachus). 
Bagaimana cara melakukan proses penyuntikan hipofisa?
a.    Jumlah Dosis hipofisa

Pertama perhatikan jumlah dosis yang akan dipakai untuk ikan lele

·       Jumlah dosis Hormon hipofisa untuk indukan lele adalah 3 dosis, Dengan ukuran berat 0,5 kg.
·  Dengan Ikan donor seberat 1,5 kg itu dapat terdiri dari 3 ekor yang masing-masing beratnya 0,5 kg atau 2 ekor yang beratnya 1 kg dan 0,5 kg atau dapat juga dipakai seekor yang beratnya 1,5 kg.
·   Ikan donor diharuskan sudah dewasa atau matang gonat, Ikan dewasa merupakan pilihan yang memiliki hormon hipofisa yang tinggi dibanding yang belum dewasa. Ikan donor dapat dipilihkan dari ikan jantan maupun dewasa.
b.    kedua proses pengambilanhipofisa dan pembuatan ekstrak

Cara mengambil kelenjar hipofisa dari ikan donor adalah sebagai berikut :

·       Pertama siapkan ikan donor, Ikan lele atau ikan mas
·       Pegang menggunakan lap agar tidak licin. Pegang bagian kepala, badan dengan lap, 
·       Bagian badan diletakan diatas talenen. 
·       Kepala ikan dipotong dibagian belakang tutup insangnya hingga kepalanya putus.
·       Setelah terpotong, sisir tulang kepalanya di atas mata hingga tulang tengkoraknya terbuka dan otaknya kelihatan.
·       Singkap otaknya menggunakan pinset, tepat dibagian bawah otak akan terlihat kelenjar hipofisa berwarna putih sebesar butiran kacang hijau.
·    Dengan tetap menggunakan pinset, kelenjar hipofisa diangkat dan diletakan ke dalam cawan yang bersih untuk dicuci dengan aquades hingga darah yang melekat hilang. Cara membersihkannya dengan disemprot aquades menggunakan pipet.
·     Setelah butir kelenjar hipofisa bersih, lalu masukan ke dalam tabung penggerus (dapat menggunakan kantong plastik kecil atau gelas). Selanjutnya kelenjar hipofisa digerus atau dipencet hingga hancur.
·  Encerkan kelenjar hipofisa tersebut dengan 1-1,5 ml aquades atau larutan garam fisiologis. Larutan garam fisiologis atau sering pula disebut cairan infus yang dapat diperoleh di apotek (dijual bebas). Dengan demikian, hormon GSH yang terkandung didalam hipofisa akan terlarut dalam cairan.
·    Larutan tersebut diendapkan beberapa menit hingga kotoran tampak mengendap didasar. Cairan dibagian atas diambil dengan tabung injeksi (spuit) untuk disuntikan pada ikan.
c.    ketiga Penyuntikan ekstrak hipofisa

    Induk sebagai resipien yang telah dipersiapkan sebelumnya, diambil dari dalam hapa. Induk tersebut dipegang dengan bantuan penyerok dari jaring supaya tidak licin. Hormon didalam spuit disuntikan didekat sirip punggung kedalam daging induk (intramuscular). Setelah disuntik, induk betina dimasukan kedalam kolam pemijahan yang telah dipersiapkan. Biarkan lele dalam keadaan tenang.

Proses diatas tersebut merupakan cara penyuntikan menggunakan tumbal ikan untuk mengambil kelenjar hormon dari ikan lain. bisa disebut PROSES PENYUNTIKAN HORMON ALAMI DENGAN IKAN TUMBAL.

Selanjutnya PENYUNTIKAN MENGGUNAKAN HORMON BUATAN
Penyuntikan hormon buatan

untuk melakukan penyuntikkan tahap tahap hormon buatan adalah sebagai berikut: 

·       Hormon sintesis (buatan) kini dapat dibeli di toko-toko obat perikanan, yaitu hormon yang disebut Ovaprim. Ovaprim berbentuk cairan yang disimpan dalam ampul. Satu ampul berisi 10 ml. Dosis pemakaiannya 0,3-0,5 ml untuk lele yang beratnya 1 kg. induk lele seberat 0,5 kg berarti memerlukan hormon ovaprim 0,15-0,25 ml.
·       Penyuntikan menggunakan hormon Ovaprim sangat praktis sebab sudah berupa larutan sehingga tinggal disuntikan saja, hormon sisa di dalam ampul dapat disimpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung (suhu kamar), dalam ruang ini, Ovaprim tahan hingga 3-4 bulan.
BERIKUT TAHAP PENYUNTIKAN HORMON HIPOFISA
Urutan pemijahan lele dengan hormon buatan adalah sebagai berikut
:
a. Siapkan kolam pemijahan
·       Keringkan dan bersihkan kolam/bak yang hendak digunakan untuk pemijahan.
·       Cuci dan jemur kakaban atau tempat meletakan telur dengan jumlah cukup menutupi 75% dasar kolam.
·       Pasang kakaban di dasar kolam/bak, letakan kakaban itu 5-10 cm diatas dasar kolam.
·       Gunakan bata merah yang sudah dicuci bersih sebagai pengganjalnya. Diatasnya juga ditindih dengan bata agar kakaban tidak mudah bergeser.
·       Menjelang dilakukan penyuntikan, kolam tersebut diisi dengan air sampai kakaban terendam air 5 cm-10 cm.
b. Memilih Seleksi induk lele betina dan jantan yang siap memijah
·       Tangkap tangkap induk lele betina dan jantan sebaiknya pagi hari sebelum jam 9.00
·       Pilih induk betina yang matang telur, perutnya besar dan lunak, tetapi kalau diurut tidak dapat keluar telurnya.
·       Pilih induk jantan yang sehat, tidak cacat, tidak berpenyakit. Lele jantan terlihat dari alat kelaminnya (perut tetap langsing) kalau diurut juga tidak dapat mengeluarkan sperma. 
·       Lele yang tidak dapat mengeluarkan telur dan sperma merupakan lele yang perlu diberikan hormon hipofisasi
·       Pisahkan induk jantan dan betina didalam wadah atau hapa tersendiri sambil menunggu saat disuntik.
c. Siapkan alat dan hormon Ovaprim untuk disuntikan

Alat suntik harus steril bersihkan dengan air Aquades atau alat baru.

d. Tentukan dosis ovaprim dengan menimbang indukan betina
·       Hormon ovaprim 0,3-0,5 cc untuk 1 kg lele. dan jika berat lebih sedikit atau 0,5 kg tinggal dibagi saja. 
·       Ambil 0,5 ml hormon, lalu injeksi spuit, 
·       Setelah selesai, sedot lagi jarum yang sama dengan aquades atau larutan garam fisiologis 0.7% sebanyak 0,5 ml yang juga untuk mengencerkan hormon tadi.
e. Cara penyuntikan Hormon hipofisasi
·       Pegang ikan lele sebaiknya dilakukan dua orang
·       Suntik betina terlebih dahulu
·       Letakan diatas meja, 1 orang pegang ekor ikan atau badan, dan yang lain melakukan penyuntikan dan diberi alas handuk/lap bersih.
·       Penyuntikan dibagian punggung. Sebanyak setengah dosis disebelah kiri sirip punggung dan setengah dosis lagi disebelah kanan.
·       Lakukan penyuntikan secara hati-hati. Setelah hormon didorong masuk, jarum dicabut, lalu bekas suntikan tersebut ditekan/ditutup dengan jari beberapa saat agar hormon tidak keluar.
·       Setelah disuntik, ikan jantan dan betina dimasukan kedalam kolam pemijahan yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
Daftar Pustaka

mengetahui perbedaaan ikan segar dan busuk

Ikan merupakan salah satu makanan yang cepat rusak, karena kandungan protein yang sangat tinggi sehingga menyebabkan bau busuk yang menyengat.  Beberapa ikan, terutama yang berasal dari laut, mengandung senyawa yang mengandung senyawa penyebab alergi. Untuk menjaga kesehatan tubuh kita maka sebelum mengkonsumsi ikan kita perlu mengenali ciri-ciri ikan yang segar dan ikan yang sudah mengalami proses pembusukan.



Tanda ikan yang sudah busuk :
1. Mata suram dan tenggelam
2. Sisik suram dan mudah lepas
3. Warna kulit suram dengan lendir tebal
4. Insang berwarna kelabu dengan lendir tebal
5. Dinding perut lembek
6. Warna keseluruhan suram dan berbau busuk







Tanda ikan yang masih segar :
1. Daging kenyal
2. Mata jernih menonjol
3. Sisik kuat dan mengkilat
4. Sirip kuat
5. Warna keseluruhan termasuk kulit cemerlang
6. Insang berwarna merah
7. Dinding perut kuat
8. Bau ikan segar



Cara Membedakan Ikan Segar dan Ikan Bermerkuri

Ikan adalah salah satu makanan sehat yang masih terbilang mudah untuk ditemukan. Makanan tersebut baik karena mengandung sumber protein, mikronutrien, dan lemak sehat. Meski begitu, beberapa ikan yang akan kamu beli mungkin telah mengandung merkuri yang tinggi dan beracun.
Ikan bermerkuri yang dikonsumsi oleh ibu hamil dapat berbahaya bagi bayi yang berada di dalam kandungan dan juga dapat menyebabkan masalah pada sistem sarafnya. Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui cara membedakan ikan segar dengan ikan bermerkuri agar dapat menghindari penyakit yang mungkin berbahaya.

Merkuri sendiri adalah logam berat yang umum berada di alam. Kandungan tersebut dilepaskan ke lingkungan dengan beberapa cara, seperti disebabkan proses industri atau peristiwa alam. Kamu dapat terpapar racun apabila sumber makanan kamu mengandung zat tersebut, seperti yang terdapat dalam ikan.

Lalu, bagaimana cara untuk membedakan ikan segar dan ikan bermerkuri? Berikut beberapa hal yang dapat membedakannya:
  1. Kenali Tanda dari Ikan Segar

Salah satu hal yang dapat kamu lakukan untuk menentukan ikan tersebut segar atau ikan bermerkuri adalah dengan mengenali tanda-tandanya. Ikan yang segar mempunyai mata yang bening, berwarna terang, dan aromanya yang terbilang segar. Jika ikan tersebut berbau asam, maka kemungkinan besar mengandung merkuri.

  1. Hindari Konsumsi Ikan Besar

Merkuri yang tersebar di laut akan diserap oleh tumbuhan. Setelah itu, tumbuhan tersebut akan dikonsumsi oleh ikan yang kecil dan akhirnya akan dikonsumsi oleh ikan yang lebih besar. Maka dari itu, ikan yang besar lebih banyak terpapar merkuri dibandingkan ikan yang kecil. Lebih banyak merkuri yang masuk ke tubuh, bahayanya lebih tinggi.
  1. Periksa Daftar Ikan dari Pemerintah

Umumnya, ikan yang bermerkuri jenisnya kurang lebih sama ketika beredar di pasaran. Pemerintah sering mengeluarkan daftar ikan yang mengandung zat berbahaya tersebut sehingga jangan kamu beli ketika berbelanja. Batasi konsumsi ikan tiap minggunya agar jika terkena paparan merkuri tidak terlalu besar.
  1. Konsumsi Ikan Air Tawar

Salah satu cara menghindari ikan bermerkuri adalah dengan mengonsumsi ikan air tawar. Hal tersebut karena kandungan tersebut umumnya terdapat pada ikan laut. Kandungan dari ikan tawar juga tidak jauh berbeda dalam hal sumber protein dan omega-3. Ikan air tawar terbilang aman dari kandungan merkuri.

Itulah beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk membedakan ikan segar dengan ikan bermerkuri. Selain itu, penting juga untuk melihat tempat kamu membeli bahan makanan tersebut. Jika ikan yang kamu beli terbilang lebih murah dibanding harga pasaran, kamu patut curiga tentang itu.

Dampak mengkonsumsi Ikan Mentah
Masyarakat Asia mengenal nikmatnya menyantap tekstur lembut dan halusnya daging ikan mentah. Jika dikonsumsi dalam jumlah wajar dan tidak terlalu sering, ikan mentah dalam hidangan-hidangan tersebut memang membawa manfaat bagi tubuh, karena tinggi kandungan omega-3 dan protein. Namun, jika kamu terlalu sering mengonsumsinya, hati-hati ada bahaya ikan mentah secara jangka panjang yang mengintai.
 
Masalah utama dari mengonsumsi ikan mentah terdapat pada parasit yang mungkin masih melekat pada daging ikan yang belum dimasak itu. Pertama, pada dasarnya semua makhluk hidup, termasuk ikan, mempunyai parasit. Pada ikan mentah, parasit yang biasa ditemui adalah bakteri salmonella, yang akan mati ketika ikan dimasak hingga matang. Sementara pada ikan mentah, jika pengolahannya tidak tepat, bakteri ini bisa saja masih bersarang dan masuk ke dalam tubuh ketika dikonsumsi.

Kedua, parasit dan bakteri yang terdapat pada ikan mentah itu tidak dapat dilihat secara kasat mata. Ketika kamu datang ke sebuah restoran yang menyediakan hidangan berbahan dasar ikan mentah, kamu tidak mungkin bisa memastikan bahwa tidak ada sedikit pun parasit yang tertinggal pada ikan tersebut. 

Jika tubuh kamu dalam keadaan sehat, konsumsi ikan mentah mungkin tidak akan menyebabkan masalah kesehatan yang signifikan. Namun, lain halnya jika tubuh kamu dalam kondisi rentan atau kurang prima. Beberapa hal bahaya makan ikan mentah berikut ini, yang bisa saja terjadi.
1. Infeksi Parasit
Infeksi parasit merupakan salah satu masalah utama yang mengintai orang yang hobi menyantap ikan mentah atau makanan yang tidak dimasak dengan baik. Dari sekian jenis parasit yang ada pada ikan mentah, ada beberapa yang tidak menimbulkan gejala serius, tetapi ada pula yang bisa berdampak buruk terhadap kesehatan dalam jangka panjang.

Liver Flukes misalnya, jenis parasit flatworms ini banyak menginfeksi mereka yang hidup di negara-negara tropis di Asia, Afrika, Amerika Selatan, dan Eropa Timur. Parasit ini biasa bersemayam di dalam organ hati, mengonsumsi darah dan mengakibatkan pembengkakan hati, infeksi saluran empedu, batu empedu, hingga kanker hati.

Jenis parasit lain yang juga banyak menginfeksi penyuka ikan mentah adalah cacing pita. Gejala infeksi cacing pita terbilang ringan, yaitu rasa tidak nyaman di perut, diare, konstipasi, dan mudah lelah. Hal ini dikarenakan cacing pita suka mencuri nutrisi dari usus, terutama vitamin B12. Meski tidak menimbulkan gejala yang serius, infeksi cacing pita cukup mengerikan karena dapat tumbuh dalam tubuh manusia hingga mencapai 15 meter. Maka kamu benar-benar mesti memerhatikan dampak makan ikan mentah ini.

2. Listeria
Listeria merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri patogen, yang biasa ditemukan pada ikan mentah. Bakteri ini menyerang bagian usus manusia dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit serius pada usus.

3. Keracunan Scombroid
Scombrotoxin atau keracunan scombroid terjadi ketika seseorang mengonsumsi ikan yang penanganan tidak baik, sehingga menyebabkan timbulnya animo biogenik seperti histamin, kadaverina, dan putresina, sebagai konsekuensi dari pembusukan oleh bakteri dan dampak makan ikan mentah.
Penanganan dalam hal ini meliputi bagaimana cara penyimpanan dan pengolahan ikan, hingga disajikan. Gejala keracunan scombroid adalah gatal-gatal, sakit kepala, muntah, dan diare.