Wikipedia

Hasil penelusuran

19 Mei 2020

Gelembung nano untuk teknologi perikanan budidaya

Sepintas, ide teknologi ini mirip dengan pembersih ultrasonik. Pada pembersih ultrasonik, gelembung-gelembung udara dibuat di dalam cairan dan benda yang akan dibersihkan ditempatkan di dalam cairan ini. Proses pembersihan terjadi ketika gelembung udara pecah saat mengenai benda yang akan dibersihkan.

Teknologi yang disebut dengan nano bubble (gelembung nano), juga bekerja memanfaatkan gelembung udara. Prinsip kerja teknologi ini adalah dengan cara memasukkan gas oksigen ke dalam cairan lewat injektor, pembangkit gelembung nano.
Bedanya, pada gelembung nano ukuran gelembung udara sangat kecil. Ukuran gelembung lebih kecil dari 100 nm. Seperti diketahui, 1 nanometer sama dengan 0,000000001 m atau  1x10-9m atau satu per satu milyar meter. Ukuran ini kira-kira sama dengan 50.000 kali lebih kecil dari ukuran rambut manusia. Dengan mata telanjang, benda dalam skala nano meter tidak dapat terlihat.
Jika ukuran gelembung 100 nm, maka dalam 1 mm3 saja akan terdapat sekitar 1 trilyun gelembung nano. Bayangkan berapa banyak gelembung dalam wadah air dengan ukuran 1x1 meter.

 

 

cara kerja gelembung nano

Ukuran gelembung yang sangat kecil ini ternyata memberikan keuntungan, yaitu jarak antar gelembung menjadi sangat rapat. Akibatnya, luas permukaan gelembung-gelembung dalam satuan volume menjadi lebih luas.

Bandingkan dengan gelembung hasil aerator. Ukurannya masih relatif besar dan tidak stabil. Gelembung dengan cepat meluncur ke atas dan pecah pada saat mencapai permukaan air. Sedangkan gelembung berukuran mikro, sifatnya tidak stabil dan menghilang sebelum mencapai permukaan.
Tidak seperti gelembung makro atau gelembung mikro, gelembung nano memiliki sifat stabil dan tidak mudah pecah, sehingga tetap terendam di bawah air untuk waktu yang lama. Selain itu, gelembung nano bermuatan negatif. Akibatnya terjadi tolak menolak antar gelembung dan ini membuat gelembung-gelembung nano terdistribusi merata di dalam air. Hasilnya, kadar oksigen dalam air menjadi lebih tinggi. Sedangkan pada gelembung nano tunggal akan bergerak terus dalam air, dengan pola acak. Gerakan semacam ini disebut dengan Brownian Motion.

Kadar oksigen yang diperoleh dari gelembung yang dihasilkan aerator sekitar 4 ppm. Namun dengan gelembung nano dapat diperoleh kadar oksigen lebih besar dari 9 ppm untuk waktu yang lebih lama karena sifat gelembungnya yang stabil. Bahkan saat ini dengan injektor yang terus disempurnakan dapat dihasilkan oksigen di atas 10 ppm.

Salah satu bidang yang telah merasakan manfaat teknologi gelembung nano adalah perikanan. Gelembung nano telah menjadi solusi bagi pengelolaan kualitas air pada proses budidaya ikan. Kelarutan oksigen yang tinggi membuat metabolisme ikan menjadi lebih baik dan pemanfaatan pakan juga lebih optimal. Hasilnya, pertumbuhan ikan dapat meningkat hingga 40?ri bobot biasa.
Menurut Balai Pengembangan Instrumentasi LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahan Indonesia), pemanfaatan gelembung nano pada budi daya ikan sidat dapat mempercepat pertumbuhan sampai 40%. Pertumbuhan ikan sidat pada air biasa, dalam tiga bulan hanya mencapai bobot 1 kg. Namun, jika menggunakan gelembung nano, bobot ikan sidat dapat mencapai di atas 3 kg. Air yang kaya dengan oksigen akan membuat ikan tidak mudah sakit dan dapat mencegah bakteri yang merugikan. Hasilnya, pertumbuhan ikan meningkat pesat.

Pemanfaatan gelembung nano tidak hanya di bidang perikanan saja. Berbagai bidang seperti di bawah ini telah menggunakan gelembung nano.

Pertanian
Gelembung nano dimanfaatkan pada air irigasi dengan membuat air jenuh oksigen. Air dialirkan langsung ke akar tanaman. Oksigen terlarut dalam air hujan sekitar 8 ppm. Dengan gelembung nano dapat diperoleh hingga 40 ppm pada air irigasi. Pemanfaatan gelembung nano dapat membuat akar tanaman lebih sehat, mengontrol ganggang, menghilangkan jamur dan bakteri.

Aquaculture
Pemakaian gelembung nano dapat meningkatkan jumlah oksigen terlarut. Selain itu, gelembung nano juga dapat mengontrol penyakit, meningkatkan pertumbuhan rata-rata tanaman, membuat lingkungan lebih bersih, dan menghilangkan bau dari air.

Kultur Jaringan
Penggunaan gelembung nano dengan oksigen dan ozon akan membunuh bakteri, ganggang dan jamur secara alami tanpa pemakaian bahan kimia.

Pembersihan Tangan
Pemakaian gelembung nano tanpa bahan kimia dan alkahol akan membuat lingkungan lebih bersih dan bakteri dapat dihilangkan secara alami.

Hidroponik
Teknologi gelembung nano akan membuat air yang disirkulasikan pada sistem hidroponik kaya akan oksigen. Air dengan kandungan oksigen di atas 10 ppm ini akan langsung bersentuhan dengan akar tanaman. Hasilnya, air menjadi lebih bersih, membuat akar tanaman lebih sehat, serta menghilangkan jamur dan bakteri coli.

Peternakan
Di bidang peternakan, penggunaan gelembung nano akan membuat kualitas air minum hewan ternak lebih baik dan menghilangkan bakteri serta jamur. Gelembung nano juga dapat dipakai untuk kandang hewan ternak dengan cara menyemprotkan air yang kaya akan oksigen dan ozon.

Pembuangan Air Limbah
Bakteri, bau busuk dan warna pada air limbah dapat dihilangkan dengan pemakaian gelembung nano, tanpa penggunaan bahan kimia. Bahkan bau busuk gas H2S juga dapat dihilangan dengan pemakaian gelembung nano yang kaya akan oksigen.

Nanobubble: Teknologi untuk meningkatkan kualitas budidaya
Salah satu teknologi yang digunakan untuk meningkatkan kualitas air adalah menggunakan teknologi nanobubble. Nanobubble adalah gelembung (<200 nm) dalam cairan yang mengandung gas oksigen dan memiliki daya apung sehingga dapat bertahan di bawah air lebih lama dari gelembung besar. Semakin kecil ukuran gelembung, semakin kecil daya apungnya. Gelembung 1 mm mengapung pada ketinggian 0,361 kaki per detik atau 3610 kali lebih cepat dari gelembung nano yang melayang pada kecepatan 0,0001 kaki per detik. Sehingga gelembung nano dapat bertahan lebih lama dari gelembung besar. Menyebabkan ketersediaan oksigen dalam air terpenuhi dan dapat digunakan untuk kebutuhan hidup biota karena aktivitas metaboliknya. Selain itu, nanobubble menangkap polutan (padatan) tersuspensi dalam cairan dan mengembang ke permukaan dan digunakan untuk menguraikan bahan organik. Dalam sistem nanobubble, oksigen dalam air dapat tersedia untuk sepanjang waktu sehingga DO di perairan menjadi stabil. Selain mampu memenuhi kebutuhan oksigen untuk metabolisme budidaya ikan, nanobubble diperlukan untuk menguraikan bahan organik seperti sisa makanan dan kotoran ikan sehingga kualitas budidaya tetap terjaga.

teknologi nano buble pada budidaya udang
 Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa THC dan DHC pada udang vaname selama pemeliharaan dengan nanobubble semakin meningkat. Hal ini dikarenakan nanobubble memproduksi oksigen terlarut lebih lama di perairan sehingga dapat dimanfaatkan organisme untuk dekomposisi bahan organik. Peningkatan THC dan DHC ini juga menunjukkan bahwa kesehatan udang meningkat, karena THC dan DHC merupakan salah satu indikator untuk mengetahui respon imun dari udang. Jika THC dan DHC pada udang tinggi, maka menunjukkan bahwa imun dari udang tersebut juga meningkat. Selain itu, dari penelitian ini dapat diketahui bahwa nanobubble dapat menurunkan jumlah bakteri Vibrio sp yang ditunjukkan dengan menurunnya jumlah bakteri Vibrio sp. selama pemeliharaan menggunakan nanobubble pada penghitungan TPC.

sumber: www.agronet.co.id

11 Mei 2020

Pemanfaatan arang aktif dalam budidaya ikan


Karbon aktif adalah karbon yang di proses sedemikian rupa sehingga pori-porinya terbuka, dengan demikian akan mempunyai daya serap yang tinggi. Karbon aktif merupakkan karbon yang bebas serta memiliki permukaan dalam (internal surface), sehingga mempunyai daya serap yang baik. Keaktifan daya menyerap dari karbon aktif ini tergantung dari jumlah senyawa kabonnya yang berkisar antara 85 % sampai 95% karbon bebas. Karbon aktif yang berwarna hitam, tidak berbau, tidak terasa dan mempunyai daya serap yang jauh lebih besar dibandingkan dengan kabon aktif yang belum menjalani proses aktivasi, serta mempunyai permukaan yang luas, yaitu memiliki luas antara 300 sampai 2000 m/gram.

Karbon aktif ini mempunyai dua bentuk sesuai ukuran butirannya, yaitu karbon aktif bubuk dan karbon aktif granular (butiran). Karbon aktif bubuk ukuran diameter butirannya kurang dari atau sama dengan 325 mesh. Sedangkan karbon aktif granular ukuran diameter butirannya lebih besar dari 325 mesh.

Karbon aktif merupakan suatu bentuk arang yang telah melalui aktifasi dengan menggunakan gas CO2, uap air atau bahan-bahan kimia sehingga pori-porinya terbuka dan dengan demikian daya absorpsinya menjadi lebih tinggi terhadap zat warna dan bau. Karbon aktif mengandung 5 sampai 15 persen air, 2 sampai 3 persen abu dan sisanya terdiri dari karbon. Karbon aktif berbentuk amorf terdiri dari pelat-pelat datar, disusun oleh atom-atom C yang terikat secara kovalen dalam suatu kisi heksagonal datar dengan satu atom C pada setiap sudutnya. Pelat-pelat tersebut bertumpuk-tumpuk satu sama lain membentuk kristal-kristal dengan sisa hidrokarbon, ter dan senyawa organik lain yang tertinggal pada permukaannya.

Bahan baku karbon aktif dapat berasal dari bahan nabati atau turunannya dan bahan hewani. Mutu karbon aktif yang dihasilkan dari tempurung kelapa mempunyai daya serap tinggi, karena arang ini berpori-pori dengan diameter yang kecil, sehingga mempunyai internal yang luas. Luas permukaan arang adalah 2 x 104 cm2 per gram, tetapi sesudah pengaktifan dengan bahan kimia mempunyai luas sebesar 5 x 106 sampai 15 x 107cm2 per gram . Ada 2 tahap utama proses pembuatan karbon aktif yakni proses karbonasi dan proses aktifasi. Dijelaskan bahwa secara umum proses karbonisasi sempurna adalah pemanasan bahan baku tanpa adanya udara sampai temperatur yang cukup tinggi untuk mengeringkan dan menguapkan senyawa dalam karbon. Pada proses ini terjadi dekomposisi termal dari bahan yang mengandung karbon, dan menghilangkan spesies non karbonnya.

Proses aktifasi bertujuan untuk meningkatkan volume dan memperbesar diameter pori setelah mengalami proses karbonisasi, dan meningkatkan penyerapan. Pada umumnya karbon aktif dapat di aktifasi dengan 2 (dua) cara, yaitu dengan cara aktifasi kimia dan aktifasi fisika.
1. Aktifasi kimia, arang hasil karbonisasi direndam dalam larutan aktifasi sebelum dipanaskan. Pada proses aktifasi kimia, arang direndam dalam larutan pengaktifasi selama 24 jam lalu ditiriskan dan dipanaskan pada suhu 600 – 9000C selama 1 – 2 jam.
2. Aktifasi fisika, yaitu proses menggunakan gas aktifasi misalnya uap air atau CO2 yang dialirkan pada arang hasil karbonisasi. Proses ini biasanya berlangsung pada temperatur 800 – 11000C.

Karbon aktif bersifat sangat aktif dan akan menyerap apa saja yang kontak dengan karbon tersebut. Karbon Aktif digunakan untuk menjernihkan air, pemurnian gas, industri minuman, farmasi, katalisator, dan berbagai macam penggunaan lain. Selain di bidang pengolahan air, karbon aktif dapat digunakan di berbagai industri seperti pengolahan/tambang emas dengan berbagai ukuran mesh maupun iondine number. Juga digunakan untuk dinding partisi, penyegar kulkas, vas bunga, dan ornamen meja. Di balik legamnya, barang gosong itu ternyata sangat kaya manfaat. Karbon aktif dapat digunakan sebagai bahan pemucat, penyerap gas, penyerap logam, menghilangkan polutan mikro misalnya zat organic maupun anorganik, detergen, bau, senyawa phenol dan lain sebagainya.

 Pada saringan arang aktif ini terjadi proses adsorpsi, yaitu proses penyerapan zat – zat yang akan dihilangkan oleh permukaan arang aktif, termasuk CaCo3 yang menyebabkan kesadahan. Apabila seluruh permukaan arang aktif sudah jenuh, atau sudah tidak mampu lagi menyerap maka kualitas air yang disaring sudah tidak baik lagi, sehingga arang aktif harus diganti dengan arang aktif yang baru.
Untuk mengurangi kesadahan (Hardness) pada air dapat digunakan filtrasi (penyaringan) dengan media karbon aktif yang memiliki sifat kimia dan fisika, di antaranya mampu menyerap zat organik maupun anorganik, dapat berlaku sebagai penukar kation, dan sebagai katalis untuk berbagai reaksi.

Karbon aktif adalah sejenis adsorbent (penyerap), berwarna hitam, berbentuk granule, bulat, pellet ataupun bubuk. Jenis karbon aktif tempurung kelapa ini sering digunakan dalam proses penyerap rasa dan bau dari air, dan juga penghilang senyawa-senyawa organik dalam air. Air sadah adalah air yang mengandung ion Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg). Ion-ion ini terdapat dalam air dalam bentuk sulfat, klorida, dan hidrogenkarbonat. Kesadahan air alam biasanya disebabkan garam karbonat atau garam asamnya. Kesadahan merupakkan petunjuk kemampuan air untuk membentuk busa apabila dicampur dengan sabun. Pada air berkesadahan rendah, air dapat membentuk busa apabila dicampur dengan sabun, sedangkan air yang berkesadahan tinggi tidak akan membentuk busa.

Kesadahan atau Hardness adalah salah satu sifat kimia yang dimiliki oleh air.Penyebab air menjadi sadah adalah karena adanya ion-ion Ca2+, Mg2+. Atau dapat juga disebabkan karena adanya ion-ion lain dari polyvalent metal (logam bervalensi banyak) seperti Al, Fe, Mn, Sr dan Zn dalam bentuk garam sulfat, klorida dan bikarbonat dalam jumlah kecil

Pemanfaatan arang telah dikenal sejak jaman kuno. Catatan terawal menunjukkan bahwa orang-orang Mesir dan Sumeria sejak 3.750 tahun sebelum masehi telah menggunakan arang untuk pemurnian bijih perunggu. Orang mesir menggunakannya untuk mengobati luka yang membusuk dan menyerap racun tercatat pada tahun 1550, sesuai papyrus. Catatan lain pada tahun 450 SM, orang India telah menggunakannya untuk pemurnian air minum. Penggunaannya meluas pada peradaban lain, baik karena belajar atau penemuan yang berdiri sendiri.
Penggunaan arang teraktivasi baru muncul pada abad ke-19 dan diperdalam kegunaannya sampai sekarang. Arang teraktivasi atau arang aktif berbeda dari arang biasa, berdasarkan kemampuan penyerapannya. Daya serap arang meningkat setelah dimurnikan dari berbagai pengotor dan diperluas pori-porinya melalui pemanasan tinggi dan penggunaan bahan kimia.

Penggunaan arang aktif dalam penyaringan air untuk keperluan akuakultur telah dikenal luas. Namun, berdasarkan pengamatan penulis, belum ada laporan atau tulisan yang menunjukkan pemanfaatan arang aktif jenis serbuk (powdered activated charcoal/PAC) dalam bidang ini. Partikel serbuk arang aktif berukuran 0,17—0,27 µm. Sementara ukuran di atasnya, sampai 2 mm, disebut granulated activated charcoal. Luas permukaan yang dihasilkannya dapat mencapai 500—1.500 m2/g. Tulisan ini menyajikan pengalaman dan pengamatan penulis tentang penggunaan serbuk arang aktif dalam budidaya ikan dan udang.

Serbuk arang juga memiliki fungsi sebagai obat. Dengan kemampuannya menyerap racun dan bahkan mikroorganisme, serbuk arang dapat digunakan dalam pengobatan. Serbuk arang aktif dapat ditambahkan ke dalam pakan untuk menyerap racun akibat serangan bakteri pada usus biota budidaya. Serbuk arang aktif dilaporkan dapat mengurangi efek penyakit berak putih pada udang Yannamei. Hal ini dilakukan dengan cara, serbuk arang aktif ditambahkan pada pakan dengan perekat seperti kanji, alginat, dan putih telur. Dosis serbuk arang aktif yang diberikan berkisar 1—4 %.
Serbuk arang aktif juga dapat dimanfaatkan sebagai suplemen pakan untuk pembesaran ikan. Dari pengamatan jaringan epitel usus menunjukkan bahwa mikrofili usus ikan yang diberi pakan bersuplemen arang aktif lebih berkembang dibanding kontrol. Mikrofili pada usus ikan yang diberi arang aktif lebih panjang dan meluas. Hal ini akan meningkatkan daya serap usus terhadap nutrisi sehingga berefek pada menurunnya FCR.

Preparat jaringan usus ikan nila dengan pewarnaan HE, perbesaran 400x. (A) 3% arang aktif, (B) 1,5% arang aktif, (C) kontrol. Mekanisme yang mendasari fenomena ini belum begitu jelas. Diduga, serbuk arang aktif menyerap mukus yang digunakan bakteri dalam pembentukan lapisan biofilm di permukaan epitel. Dengan begitu, jalur masuk nutrisi tidak terhalangi. Dugaan lain, serbuk arang aktif menyerap bakteri usus sehingga pemanfaatan pakan oleh bakteri menjadi berkurang. Pengamatan isi usus menunjukkan bahwa arang berukuran kecil, 50—150 µm, banyak tertinggal di dalam fili usus.

Pengamatan pada kotoran usus menunjukkan banyaknya pakan alami seperti fitoplankton dan rotifer. Warna kotoran juga lebih hijau dan kompak. Kualitas air pun menjadi lebih baik. Terlihat dari nilai total amoniak nitrogen yang lebih rendah.

Percobaan pada pendederan ikan nila menunjukkan turunnya FCR. Ikan nila dengan berat awal sekitar 7 g dipelihara selama 40 hari dengan pakan berprotein rendah (17%). Serbuk arang aktif dimasukkan dalam formula pakan dengan dosis 1,5—3%. Hasilnya, diperoleh SR 100% dan FCR turun menjadi lebih rendah sebesar 0,2 dibanding kontrol.

Pembesaran ikan nila di kolam semen menunjukkan bahwa pemberian serbuk arang aktif sebanyak 1,5% pada pakan dapat diperoleh FCR 1. Ikan nila dipelihara dalam kolam semen berukuran 150 m2 dengan kepadatan 30 ekor/m2 dan dipanen dengan ukuran 8—10 ekor/kg. Dengan cara ini diperoleh kelangsungan hidup ikan nila sekitar 85% selama pemeliharaan 3,5 bulan. Caranya, serbuk arang aktif 1,5% dan kanji 1,5% dicampur air sebanyak 10%, lalu dipanaskan. Bubur ini diaduk dengan pakan lalu diangin-anginkan. Persentase dihitung dari berat pakan.

Aplikasi, fungsi batu zeolit untuk ikan, tanaman dan ikan hias
– Batu menjadi hidup manakala dilakukan direbus dahulu (dipanaskan)
– Bisa difungsikan hingga 6 bulan lalu akan habis masa pakai nya. Agar bisa dipakai ulang direbus hingga bau
amoniak hilang dan batu zeolit hanya bisa direbus atau digunakan ulang sebanyak 3 kali.
– Batu zeolit untuk tumbuh-tumbuhan digunakan sebagai pengganti kapur dolomit pada tanaman lada atau merica. Ternyata zeolit lebih hebat daripada kapur  dolomit.
– Batu zeolit untuk lele sudah banyak digunakan.
– Batu zeolit digemari pada tanaman sistem aquaponic yang dicombine dengan ikan.
– Di Jombang oleh bapak Wildan recharge zeolit dengan cara direndam dengan garam untuk mengeluarkan ion amoniak dan air bekas recharge zeolit dikasih hidrogel dan dibuat pupuk tanaman. Garam yang diberikan langsung kekolam atau aquarium akan menewaskan seisi kolam dan langkah terbaik adalah garam untuk men-treatment batu zeolit. Caranya recharge rendam dengan garam, jemur hingga kering. Ini fungsinya agar amoniak tidak terlempar lagi keair.
– Seorang tetangga memiliki 15 ekor ikan KOI karena listrik mati semua koi ikut-ikutan mati, kadar DO yang drop mendadak selama 4 jam dari aerator biang keladi kematiannya. Kemudian hari pelihara koi lagi, dimulut kucuran air diberi zeolit. Begitu listrik mati 25 ekor koi yang ada hanya 3 ekor yang mati, padahal listrik lebih lama matinya, 6 jam.

pemanfaatan arang aktif diluar perikanan:
1. Pada pengolahan air untuk penjernihan dan mengurangi kesadahan dengan menyerap bau, rasa, warna, kaporit, kapur (CaCO3), logam berat
2. Pada pengolahan emas untuk menyerap konsentrasi emas (ore) dalam bentuk Carbon in pulp (CIP), Carbon in Leach (CIL), Carbon in Clear Solution (CIC) biasanya dari batok kelapa mesh 8-25
3. Pada pemurnian gas dengan menyerap belerang, gas beracun, bau busuk, asap dan pencegahan racun.
4. Pada pengolahan limbah untuk menyerap Bahan Beracun Berbahaya (B3) yaitu menyerap sianida yang terdapat pada limbah industri serat sintetik (akrilonitril), petrokimia, baja, pertambangan dan pelapisan logam (electroplating) dengan cara merendam karbon aktif dengan larutan Cu2+ (0,5%) yang menghasilkan daya serap sianida menjadi 82% dalam waktu 2jam.
5. Untuk menyerap logam berat Raksa/Hg, Cadmium/Cd, Plumbum/Pb/Timbal, Cromium/Cr penyebab sakit kanker
6. Penyegar/pembersih udara ruangan dari kandungan uap air/gas berbau/beracun, seperti pada mobil, kamar pendingin, botol obat-obatan serta peralatan-peralatan yang harus dilindungi dari proses perkaratan.
7. Pada industri obat dan makanan sebagai penyaring, penghilang warna, bau dan rasa tidak enak pada makanan.
8. Pada bidang perminyakan dipakai sebagai bahan penyulingan bahan mentah dan zat perantara

Sumber : https://boosterfish.com

Sistem Budidaya Ikan menggunakan Resirkulasi Air

RESIRKULASI pada dasarnya terdiri dari dua buah kata yaitu re-yang berarti kembali dan sirkulasi-yang berarti peredaran. Resirkulasi pada sistem budidaya merupakan suatu cara/teknologi untuk memanfaatkan media budidaya (air) yang telah digunakan dalam sistem produksi untuk digunakan kembali layaknya air yang baru. Dengan menggunakan berbagai treatment dan filter baik itu  mekanis dan/atau biologis dalam wadah terkontrol, air sisa/air buangan/air limbah budidaya yang seharusnya dibuang dapat dimanfaatkan kembali. Hal ini tentunya akan sangat menghemat waktu, biaya dan juga air yang digunakan untuk proses pergantian air.
Dalam media budidaya, pakan yang tidak termakan dan sisa feses akan terakumulasi di perairan dalam bentuk amoniak. Jumlah akumulasi amoniak yang besar di dalam perairan ini tentunya berbahaya untuk biota yang hidup di dalamnya dan harus segera dihilangkan dengan cara rutin melakukan pergantian air. Namun jika dilihat dari kacamata lingkungan, hal ini tentunya merupakan salah satu bentuk pemborosan sumber daya air.

 Di Negara maju seperti Norwegia, telah menggunakan sistem resirkulasi dalam proses budidaya untuk menghemat pemborosan sumberdaya air, yang  lebih dikenal dengan nama Resirculating Aquaculture System (RAS). Manfaat penerapan teknologi RAS ini memang sangat besar bagi pelaku budidaya salah satunya adalah menghemat penggunaan air bersih yang tentunya akan mengurangi cost produksi dan dalam skala besar dapat mengurangi  efek pemanasan global.
Gambar 1. Contoh Penerapan RAS dalam media Budidaya
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),Slamet Soebjakto di Jakarta belum lama ini menjelaskan bahwa teknologi RAS telah berhasil diadopsi dan dikembangkan di Indonesia dengan model dan perangkat prasarana yang lebih murah oleh tim Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Tatelu, Minahasa, Sulawesi Utara. Slamet menjelaskan filter fisika, filter biologi, sinar UV maupun generator oksigen bisa dimanfaatkan untuk mengkontrol dan menstabilkan kondisi lingkungan ikan, mengurangi jumlah penggunaan air dan meningkatkan kelulushidupan ikan.
Fernando, Kepala BPBAT Tatelu menuturkan bahwa prinsip dasar RAS di seluruh dunia hampir sama yaitu dengan memanfaatkan air media pemeliharaan secara berulang-ulang dengan mengendalikan beberapa indikator kualitas air agar tetap pada kondisi prima. RAS yang dikmbangkan pada BPBAT Tatelu telah mengalami modifikasi sesuai kondisi yang ada salah satunya dengan menggunakan peralatan yang berasal dari salam negeri. Biaya instalasi RAS yang dikembangkan oleh BPBAT tatelu hanya memakan Biaya tidak lebih dari 80 juta rupiah. Biaya ini meliputi pembelian peralatan, seperti generator 02, tangki filter, venturi, blower, ultraciolet dan material lainnya yang diperkirakan mempunyai umur pemakaian 6 (enak) tahun. Nilai ini jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan sistem instalasi RAS impor yang biayanya dapat mencapai ratusan juta rupiah per unit instalasi.
Gambar 2. Instalasi teknologi RAS yang dikembangkan oleh BPBAT Tatelu
Sumber : DJPB KKP
Peningkatan Produksi Benih
Pemanfaatan teknologi RAS ini tidak hanya dapat mengurangi cost produksi budidaya, namun juga dapat meningkatkan kualitas dan jumlah produksi benih ikan budidaya. Aliran air yang bersih (bebas dari mikroorganisme dan kotoran) dengan memanfaatkan berbagai filter dapat meningkatkan daya tetas telur dan jumlah benih hidup. Hal ini telah dibuktikan oleh BPBAT Tatelu dalam produksi benih ikan Nila. Fernando mencontohkan, dengan penerapan teknologi RAS pada kolam ikan Nila, mampu meningkatkan produksi benih hingga 5.000 ekor/m2, padahal dengan teknologi konvensional hanya sekitar 5 ekor/m2. Hal ini berarti, dengan penerapan teknologi RAS mampu menggenjot produksi benih hingga 100%. Menilik banyaknya manfaat dari penerapan teknologi RAS ini, pada awal tahun 2017, sejumlah daerah di Indonesia mulai menerapkan teknologi RAS untuk meningkatkan produksi benih ikan, salah satunya adalah Unit Pembenihan Perikanan (UPT) DKP Sulteng dan Balai Benih Air Payau (BBAP) Ujung Batee, Provinsi NAD.
Kepala UPT DKP Sulteng, Dr. Saldiansyah Effendy S.Pi, M.Si di Kota Palu menyebutkan bahwa pihaknya telah menginvestasikan dana sekitar 200 juta rupiah untuk menerapkan teknologi ini untuk produksi benih ikan nila. Diharapkan penerapan teknologi RAS ini dapat meningkatkan produksi benih ikan nila hingga 10% dari produksi tahun 2016. Saldi menjelaskan bahwa saat ini pihaknya optimis mampu meningkatkan  produksi benih ikan nila ntuk tahun 2017 ini menjadi 200.000 ekor/bulan, yang pada tahun sebelumnya hanya mencapai 15.000-20.000ekor/bulan seperti yang telah dilakukan BBAP Ujung Bate’e. Produksi benih ikan Nila saat ini telah mencapai 500.000 ekor benih nila setiap bulannya pada bak-bak pembenihan dengan kapasitas yang sama dengan UPT Pembernihan Perikanan Sulteng,
Bagaimana penerapan RAS?
Secara garis besar penerapan teknologi RAS tidak perlu wadah yang besar, karena teknologi RAS cukup dilakukan pada bak-bak kecil berkapasitas 10 ton air. Beberapa treatment yang dilakukan untuk menerapkan teknologi RAS adalah sebagai berikut:
Solid Removal
Tujuan step ini  adalah menghilangkan bahan-bahan padat yang mencemari perairan seperti sisa makanan, feses, maupun limbah berbentuk lainnya yang mencemari kolam. Pada step ini, bisa dilakukan penyaringan untuk menghilangkan limbah padat.
Biofiltration 
Setelah dilakukan penyaringan terhadap bahan-bahan pencemar padat yang masih terlihat tersebut, pada step ini dilakukan treatment untuk menghilangkan bahan pencemar yang tidak terlihat seperti amonia. Amonia merupakan gas pencemar di dalam perairan yang berbahaya bagi ikan. Salah satu cara untuk menghilangkan amonia adalah dengan menggunakan filter biologi salah satunya adalah melepaskan bakteri yang mampu merubah amonia menjadi nitrogen sehingga  aman dilepaskan ke lingkungan.
Dissolve gas control
Berikut merupakan step terakhir, yaitu dengan menambah jumlah oksigen terlarut sehingga air yang dilepaskan kaya akan oksigen terlarut yang baik untuk ikan budidaya. Setelah melewati step-step tersebut, air bisa dikembalikan lagi ke dalam kolam.

Resirkulasi berkembang pesat di sektor budidaya perikanan khususnya unit produksi yang besar. Juga pada sistem budidaya kecil untuk melakukan restocking, termasuk untuk menyelamatkan spesies yang terancam punah. Resirkulasi dapat dilakukan pada intensitas yang berbeda, tergantung seberapa banyak air yang disirkulasikan atau digunakan kembali. Pada beberapa budidaya, khususnya dengan sistem super intensif, membangun instalasi khusus yang terisolasi namun dapat menampung 300 liter air.

Dari sudut pandang lingkungan, terbatasnya jumlah air yang digunakan dalam resirkulasi tentu menguntungkan. Sebab tak dapat dipungkiri, di beberapa daerah air adalah sumber daya terbatas. Selain itu, penggunaan air yang terbatas, memudahkan untuk menghilangkan nutrisi yang telah disekresikan dari ikan. Dengan demikian, resirkulasi dianggap sebagai cara yang paling ramah lingkungan dalam budidaya ikan secara komersial. Nutrien yang dihasilkan ikan dapat digunakan sebagai pupuk pada lahan pertanian atau sebagai bahan dasar biogas.

Mengontrol parameter seperti suhu air, kadar oksigen, sangat penting pada proses resirkulasi. Tujuannya untuk memberikan kondisi yang stabil dan optimal untuk ikan, sehingga mencegah kondisi stres dan mewujudkan pertumbuhan yang lebih baik. Kondisi stabil menghasilkan pola pertumbuhan yang stabil pada masa mendatang dan memungkinkan pembudidaya untuk secara tepat memprediksi kapan ikan akan telah mencapai tahap atau ukuran tertentu.

Ada banyak keuntungan menerapkan sistem resirkulasi dalam budidaya ikan, namun manfaat utamanya adalah pencegahan penyakit. Dampak patogen pada sistem resirkulasi jauh berkurang karena hanya menggunakan air yang terbatas. Air untuk budidaya ikan tradisional diambil dari sungai, danau atau laut, yang secara alami meningkatkan resiko meningkatnya penyebaran penyakit.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan saat melakukan resirkulasi:
  • Perlu diingat bahwa resirkulasi adalah sistem air yang dipakai terus menerus dengan memakai sistem filtrasi.
  • Sistem ini memerlukan aliran air yang dapat terkendali dan keberadaan pompa untuk mengalirkan air tersebut.
  • Langkah pertama dalam proses resirkulasi adalah air dipompa dan masuk ke dalam kolam.
  • Selanjutnya air buangan yang berasal dari kolam dimasukkan ke dalam filter. Oleh filter, air melewati proses penjernihan yang dapat dimanfaatkan kembali untuk mengisi air pada kolam.
  • Sistem resirkulasi harus dilakukan secara berkala, sesuai kuantitas air yang diganti dan penggunaan air sekali pakai.
  • Adapun pembuangan air dilakukan menggunakan selang yang diberi saringan pada ujungnya, sehingga ikan tidak ikut tersedot atau terbuang.
  • Seperti disebutkan di awal, sistem resirkulasi menggunakan dua filter, yakni filter biologi dan fisik.
  • Yang termasuk pada komponen biologi adalah: pecahan karang, pasir dan bioball yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses nitrifikasi dari amoniak menjadi nitrat.
  • Yang termasuk filter fisik adalah cartridge filter yang berperan untuk menyaring partikel partikel yang tersuspensi di dalam air.
sumber: kkp.go.id

16 April 2020

manajemen air kolam di musim hujan

Pagi ini masih mendung dan hujan, memang beberapa hari ini daerah saya mendung dan turun hujan. Pagi ini saya ingin mengutarakan sesuatu yang sebenarnya sudah lama ingin saya katakan. Tentang Hujan.

Analisis, Fakta dan Data, Kendala/Penyakit, Management Air
Dalam Budidaya Lele, baik sangkuriang maupun jenis lain. Hujan Adalah Anugrah Bukan musibah. Air hujan sangat baik bagi lele (kecuali hujan salju, bisa pilek tuh lele). Kalaupun ada masalah setelah hujan turun, masalahnya bukan pada air hujannya, tapi pada cara yang anda lakukan dalam memperlakukan air kolam.

Saya rasa teknik apapun yang saat ini gunakan dirancang untuk mengolah/memperlakukan air kolam dengan baik sehingga tidak akan ada masalah saat terjadi penambahan (baik akibat hujan ataupun memang sengaja ditambahkan), pengurangan (penguapan). Jika pasca turun hujan terjadi maslaah pada kolam, telaah pada cara yang anda gunakan. bukan lalu menyalahkan hujan. anda mungkin bisa menambahkan pelindung/atap pada kolam. iya kalau kolammnya cuma 100-200 meter, apa jadinya kalau kolam budidaya anda mencapar1-2 hektar? berapa banyak biaya yang anda tanggung untuk membuat atap pada kolam seluas itu. apakan akan sebanding dengan hasilnya? sementara harga lele? (anda tentu tau bagaimana harga lele di pasaran).
Nah, teru lele saya koq suka menggantung setelah turun hujan? mungkin ada diantara rekan-rekan yang mengajukan pertanyaan seperti ini. Ada beberapa penyebab yang menyebabkan lele menggantung setelah ditimpa hujan.
  1. Kolam diguyur Air hujan yang Lewat Atap
    Ini yang sangat sering terjadi, biasanya bagi kita yang menygalami keterbatasan dana, kita membuat kolam di dekat rumah. biasanya ada sebagian kolam yang tertutupi atap rumah yang ketika hujan otomatis air hujan dari atap akan masuk ke kolam. Nah bisa jadi Residu/racun yang ada pada atap ikut terbawa ke kolam.
  2. Kolam Kurang Dalam
    Jika kolam tidak memiliki kedalaman yang ideal, maka ketika hujan turun, getaran yang ditimbulkan oleh hujan akan membuat lele stres. Karena lele sangat peka terhadap getaran, (bahkan di beberapa daerah lele digunakan sebagai salah satu hewan yang dapat memprediksi terjadinya gempa bumi). Gak percaya silahkan pake kalkulator anda dan cari di google.

    Lele akan merasa terganggu dengan getaran yang ditimbulkan, dan bukan karena airnya. maka setelah hujan reda biasanya lele menggantung karena stress. biasanya keadaan seperti ini tidak akan berlangsung lama, karena lele akan menyesuaikan sendiri.
  3. Lele Terlalu Padat
    Kepadatan juga berpengaruh terhadap menggantungnya lele pasca turun hujan, alasanyya kurang lebih sama dengan poin 2.
  4. Tidak Sesuai dengan SOP/Panduan
    Ini yang bisanya sangat sering terjadi. Biasanya (biasanya terjadi pada pemula seperti saya) kita kurang teliti dalam menerapkan teknik budidaya. Atau karena bahan yang harus disediakan tidak ada, jijik, atau alasan lainnya kita mengganti dengan bahan lain atau bahkan tidak menggunakannnya. nah ini adalah kesalahan mendasar dalam implementasi budidaya. (buat paa dibuat SOP kalau masih dilanggar)
  5. Asal Tebar
    Masih prilaku yang sering dilakukan oleh pemula biasanya, kita seringkali melihat kondisi kolam berdasarkan kasat mata, asal liat air sudah hijau, main tebar aja, liat air jernih, main pake aja, dll. makanya ketika terjadi hujan (terjadi perubahan komposisi air) lele stress dan menggantung.
  6. Campur-Campur
    Nah ini biasanya dilakukan oleh para coba-cobaers (yang suka coba-coba), biasanya kita menggabungkan beberapa teknik menjadi satu, ujung-ujungnya bukan untung malah buntung. biasanya yang seperti ini jangankan ketika hujan turun, ketika tidak turun hujan pun pasti banyak terjadi masalah
Nah, itu beberapa analisis yang didapat. Pendapat boleh beda, tapi pengalaman andalah yang membuktikan. Jika anda mengalami masalah di kolam setelah hujan turun,sementara banyak yang tidak masalah, berarti ada yang harus anda cek lagi pada kolam anda dan bukan fokus pada air hujannya

Penyebab kenapa ikan sering mengalami kendala ketika musim hujan:

1. Air Terlalu Asam
 Bukan rahasia air hujan mengandung asam, sehingga pH air semakin kurang baik untuk kehidupan ikan nila. Dan air kolam semakin asam. Untuk ikan-ikan nila besar biasanya akan terkena penyakit luka pada sisiknya.
Dan untuk mengatasinya biasanya petani menggunakan garam gosok, daun pepeya atau lebih praktis dengan menggunkan probiotik

2 Adanya Hama Penyakit
Mengapa dimusim hujan banyak ikan nila yang mengambang mati, hamalah yang di khawatirkan? Karena pada musim penghujan tiba dapat memicu meningkatnya hama penyakit juga  mikroorganisme yang merugikan budidaya ikan  nila . Di musim hujan, hama penyakit banyak yang datang dan mengancam kematian ikan nila. Inilah alasan mengapa ikan nila banyak yang mati mendadak di waktu hujan.

Makanya petani ikan biasanya memberikan obat alami dari temulawak atau kunyit supaya ikan lebih tahan terhadapa hama penyakit dan perubahan cuaca yang ekstrim.
Atau bisa juga mengasikhkan daun mengkudu atau daun yang lainnya. Dan untuk lebih efektif bisa dikasihkan probiotik biogan pada campuran pakannya, untuk yang tidak banyak memiliki waktu karena usaha pembesaran ikan nila sebagai pekerjaan sampingan atau cuman sekedar hobi saja.

3. Perubahan Kualitas Air
Penyebab lainnya mengapa ikan nila mendadak mati mengambang   saat hujan tiba, ini karena adanya perubahan pada air kolam yang terjadi secara derastis. Air kolam yang terkena air hujan langsung akan semakin asam juga sisa kotoran ikan dan sisa makanan yang tidak termakan akan semakin menjadi . Tentunya hal ini akan membuat kulitas air menjadi turun.

Apalagi kalau saat hujan kelebihan memberikan pakan pabrik ke ikan-ikan nila jelas ini akan menyebabkan kulitas air turun dan bisa menyebabkan sumber penyakit yang pada saat tertentu membuat ikan nila stres dan terserang penyakit dan menurun daya tahn tubuhnya.
Makanya dengan pemberian probiotik biogan besama pakan akan membuat didalam tubuh ikan cukup bakteri pengurainya , makanan lebih banyak terserap menjadi daging dan pertumbuhan serta energi. Karena menurut penelitian teknologi probiotik itu akan menyerap makanan menjadi daging sebanyak 70 sampai 90 %.

Sedangkan makanan tanpa probiotik hanya akan diserap menjadi daging hanya 60% samapai 70% saja dan sisanya itu akan menjadi feses. Jelasa ini merugikan .Serta dengan penggunaan probiotik biogan juga nafsu makan ikan akan stabil jadi kegitan pemberian pakan akan lebih enak.
Dengan lebih banyak pakan yang terserap menjadi daging, serta sisa makanan telah terurai dengan baik maka jelas kulitas air lebih baik.

4. Kurangnya Sinar Matahari
Kurangnya dapat sinat matahari saat musim hujan disampaing semakin asam, juga suhu lingkungan semakin dingin. Serta pasokan oksigen dalam air kolam pun kurang  Dan kondisi kurangnya sinar matahari yang masuk tersebut akan dapat memicu oksigen di dalam kolam menjadi berkurang yang menyebabkan banyak ikan menjadi mati.

Makanya banyak sekali petani ikan yang menggukan aerator supaya ada arus , supaya ikan lebih asik dan pasokan oksigen juga lebih baik. Serta dalam kondisi suhu yang dingin ikan tetap bergerak karena adanya arus dari aerator ini.

5. Stres
Karena curah hujan yang tinggi dan air hujan yang besar disertai angin serta petir maka akan membuat ikan nila stres. Dan karena stress ini ikan akan hilang nafsu makannya dan tiba-tiba saja setelah hujan ikan-ikan nilanya mengambang.
Makanya kita gunakan probiotik adalah untuk membuat ikan anti stress dengan terlihat nanti ikan-ikan nila tetap lincah berenang dalam segala kondisi.

Beberapa hal yang mesti kita perhatikan di kala musim hujan:
Ketika musim hujan anda wajib memberikan tempat yang terbaik untuk tempat budidaya anda, kondisi kolam di musim hujan berperan sangat penting untuk mmepertahankan usaha anda.

1. Pilih Kolam yang Jauh dari Banjir
Mungkin memang tidak dapat diperkirakan secara pasti banjir akan datang di area mana, sebelum ternak bibit lele anda wajib mengetahui lokasi kolam yang terbaik, yaitu yang rendah resiko nya terhadap banjir sebagai antisipasi di saat musim hujan tiba. Anda bisa memperkirakan dari kebiasaan ketika musim hujan tahun tahun sebelumnya juga dari tersedianya tempat peresapan air di lingkungan sekitar.

Umumnya kolam bibit lele memiliki kedalaman 4 kaki, di musim hujan kurangi yaitu dengan kedalaman maksimal 4 kaki agar ketika terjadi hujan air kolam anda tidak meluap, air yang meluap beresiko menghanyutkan bbit bibit lele anda.

4. Beri Vitamin C
Vitamin C baik untuk bibit lele anda di musim hujan sebab mampu meningkatkan daya tahan tubuh bibit lele.

5. Beri Pupuk Pada Kolam
Pupuk juga penting untuk kolam bibit lele anda agar tanah menjadi subur dan tidak mudah terkena parasit apalagi di musim hujan dimana kuman mudah berkembang. Kondisi kolam yang sehat juga akan mencegah bibit lele anda dari berbagai penyakit.

6. Beri Pagar dan Jaring
Diperlukan untuk melindungi bibit lele anda dari hewan seperti katak dan ular di musim hujan. Kata dan ular sering berburu di musim hujan untuk mencari makanan, pagar dan jaring tidak mampu dimasuki atau ditembus oleh tubuh katak dan ular sehingga bibit lele anda terhindar dari serangan hewan predator.

7. Beri Obat Anti Jamur Di Kolam
Di musim hujan, obat anti jamur dapat anda berikan di kolam lele anda setiap satu bulan sekali, hal ini penting sebab di musim hujan mudah timbul jamur akibat kondisi udara lebih lembab. Jamur tersebut dapat menyebabkan kesehatan air kolam menurun yang juga beresiko berpengaruh pada kesehatan bibit lele anda.

8. Jaga Kebersihan Air
Di musim hujan air mudah kotor akibat curah air tinggi, kadar asam meningkat, serta air bersifat lebih asam, ganti air setidaknya setiap 15 hari sekali.

9. Gunakan Obat Gannex
Obat ganex adalah obat untuk mengeluarkan gas amoniakatau gas nitrogen yaitu gas yang berasal dari kotoran bibit leleyang bereaksi kondisi udara serta kondisi air di kolam. Di musim hujan tingkatkelembababn udara meningkat sehingga gas amoiak mudah menggumpal.

10. Gunakan Penutup Kolam
Dimaksudkan agar tidak kolam tidak terkena air hujan terlalu banyak, dapat anda gunakan ketika hujan deras atau dalam kondisi tertentu.

11. Kurangi Porsi Makanan
Di musim hujan darah bibit lele menjadi lebih asam sehingga bibit lele menjadi kurang aktif, nafsu makan menjadi menurunsebab itu kurangi sedikit porsi makanan dengan takaran yang tepat agar tidak ada sisa makanan yang mengotori kolam sehingga air kolam tidak tercemar.

12. Beri Kapur Nutrilime Atau Bonggol Pisang
Hhal ini bertujuan untuk menetralkan kadar PH pada kolam. Seperti yang kita ketahui bahwa kadar asam di kolam ketika musim hujan dapat meningkat sehingga mempengaruhi kondisi PH kolam. Selain dengan cara tersebut, bisa juga dengan menggunakan daun, buah, atau batang pepaya yang dimasukkan ke dalam kolam bibit lele anda agar mendorong tumbuhnya lumut yang jika dimakan bibit lele akan bertindak sebagai obat alami sehingga bibit lele aman dari berbagai jenis penyakit yang beresiko muncul di musim hujan.

13. Tambah Garam Pada Kolam
Hal ini bertujuan untuk membunuh parasit atau kuman sehingga kolam bibit lele anda dalam kondisi sehat serta bibit lele anda juga mampu berkembang dan tumbuh dengan baik.
Budidaya ternak bibit lele bisa menjadi salah satu ide usaha yang tepat untuk menambah penghasilan anda di samping pekerjaan utama anda saat ini. Juga sebagai sumber yang bagus untuk kebutuhan gizi keluarga sehari hari.

07 April 2020

Tahapan Pembesaran Lobster air tawar


  1. 1.    Persiapan wadah dan media
Prosedur persiapan wadah dan media sebagai berikut :
  1. Sediakan alat dan bahan yang diperlukan
  2. Pencucian bak pemeliharaan dengan cara menyikat dari lumut yang menempel dan kotoran yang berada pada dasar maupun dinding bak
  3. Pengeringan bak selama beberapa hari atau langsung diisi dengan air kemudian dibiarkan 1 hari
  4. Pengisian air media dengan ketinggian antara air 15-20 cm pada bak setinggi 40 cm. Air yang digunakan harus bersih dari kotoran atau air yang talah diinapkan  minimal selama 12 jam
  5. Pemberian plastik bergelombang atau dengan menggunakan pipa paralon ukran 1-2 inchi
  6. Pengaturan aerasi yang berupa pengaturan tekanan aerasi dipasang sebanyak 1 buah pada bak pemeliharaan dan pastikan posisi selang dan batu aerasi sudah tepat


2.    Penebaran Benih
Prosedur Penebaran Benih  sebagai berikut :
  1. Sediakan alat dan bahan yang diperlukan
    1. Tentukan padat tebar benih. Untuk padat tebar bervariasi antara 50-100 ekor/M2
    2. Benih yang akan ditebar diseleksi berdasarkan ukurannya
    3. Hitung jumlah benih yang akan di tebar
    4. Aklimatisasi benih dilakukan dengan merendamkan benih dalam media pemeliharaan kemudian benih ditebar secara perlahan agar terhindar dari stress. 
3.    Pemeliharaaan Benih

Prosedur pemeliharaan benih sebagai berikut :
  1. a.      Pemberian pakan
Pakan yang diberikan untuk benih dapat berupa : pellet, cacing, keong dan tepung. Pemberian pakan diberikan dengan prosedur :
  1. Sediakan alat dan bahan yang diperlukan
  2. Pemberian pakan pellet dapat langsung ditebarkan pada bak
    1. Dalam pemberian tubifek dilakukan pencucian terlebih dahulu sebelum diberikan pada benih dan keong mas diberikan dalam bentuk cacahan.
    2. Sedangkan pemberian pakan berupa tepung untuk benih diberikan dengan pemberian air sedikit agar tepung tidak mengapung pada permukaan air.

  1. b.      Pengelolaan kualitas air
Prosedur  pengelolaan kualitas air sebagai berikut :
  1. Sediakan alat pengukuran kualitas air
  2. Lakukan pengukuran suhu, pH, DO dan ketinggian air
    1. Pergantian air cukup membuka saluran pengeluaran dan mengganti dengan air yang baru
    2. Sypon dilakukan dengan menyedot kotoran dengan menggunakan selang
    3. Catat data nilai pengukuran kualitas air per hari
     





  1. c.       Sampling
Prosedur sampling sebagai berikut :
    1. Sediakan alat dan bahan yang diperlukan
    1. Ambil sample sebanyak 10 ekor lobster dan ditimbang
    2. Sample dirata-ratakan dengan menjumlahkan seluruh berat hasil timbangan kemudian dibagi dengan jumlah sample yang diambil.
    3. Ukur panjang total lobster sebayak 10 ekor kemudian rata- ratakan
    4. Catat data hasil samplingperminggunya

4.    Pemanenan
Prosedur  pemanenan sebagai berikut :
  1. Sediakan alat dan bahan yang dipelukan
  2. Angkat pipa paralon atau plastik bergelombang
  3. Buka saluran pengeluaran air kemudian biarkan lobster keluar dan terampung pada wadah penampungan

5.    Pengemasan
Prosedur  pengemasan sebagai berikut :
  1. Sediakan alat dan bahan yang diperlukan
  2. Sediakan kantong plastik yang di isi air bersih
  3. Masukan lobster kedalam kantong yang berisi air
  4. Injeksi dengan oksigen
  5. Kemudian ikat dengan karet gelang.
6.    Pengangkutan
  1. Sediakan alat dan bahan yang diperlukan
  2. Menyiapkan wadah styrofoam
    1. Masukkan kantong yang sudah berisi lobster kemudia lakukan pemberian es pada sisistyrofoam
    2. Pemberian label pada bagian atas styrofoam
      1. Pemberian lakban dengan erat kemudian disusun pada mobil pengangkut dan usahakan tumpukan padat sehingga rapat dan menghindari tumpukan jatuh

pemijahan lobster air tawar

Cara Budidaya Lobster Air Tawar di Lahan Sempit bisa menggunakan media ember, bak, baskom, akuarium dan berbagai media lainnya. Dalam artikel ini juga selain membahas tentang Cara Budidaya Lobster Air Tawar di Lahan Sempit juga akan membahas media lainnya yang dapat digunakan untuk budidaya lobster air tawar. Semoga setelah anda mengetahui cara budidaya lobster air tawar di lahan sempit anda dapat menerapkan di rumah.


  1. Media Hidup Lobster Air Tawar
Sebelum kita mengetahui Cara Budidaya Lobster Air Tawar di Lahan Sempit terlebih dahulu kita harus mengetahu Teknik budidaya lobster air tawar yang sangat sederhana sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja dan lahan yang dibutuhkan tidak terlalu luas. Lobster air tawar dapat dibudidayakan di kolam tanah, kolam permanen, bak fiber atau akuarium, kolam renang anak, talang hujan, bahkan sistem EDU (External Density Unit). Berikut cara budidaya lobster air tawar di lahan sempit ataupun luas dengan kolam antara lain

 Cara membuat kolam terpal untuk lobster air tawar sangatlah mudah, kita bisa menggunakan terpal kotak ataupun terpal bulat yang kemudian tinggal menyesuaikan rangka kolam dengan luas terpal yang akan dibuat kolam. Cara budidaya lobster air tawar di lahan sempit bisa dengan menggunakan media kolam terpal ini, karena rangkanya sangat mudah disesuaikan dengan luas lahan yang ada.




Secara umum air yang digunakan dalam pembesaran lobster air tawar yaitu dengan derajat keasaman (pH) 6-7, suhu 240C-280C dan tingkat kesadahan air yaitu 10-20mg/l sementara kandungan oksigen 3-5mg/l dan karbondioksida maksimal 10mg/l. Kelebihan lain lobster air tawar yaitu tidak mudah stress dan tidak mudah terserang penyakit jika kebutuhan pakan selalu terpenuhi, maka lobster air tawar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan cepat (Lim, 2006).


Lobster air tawar adalah jenis hewan akuatik habitat alaminya adalah danau, sungai, rawa dan saluran irigasi, hewan ini bersifat endemik karena terdapat spesies lobster air tawar yang ditemukan di habitat alam tertentu (Sukmajaya dan Suharjo, 2003). Lobster air tawar dapat dijumpai di seluruh bagian mulai dari Australia, New Zaeland, Papua, Amerika, Jepang, China dan Eropa. Hewan ini termasuk hewan tahan terhadap kondisi yang kurang baik, misalnya pada saat musim kering mereka bisa hidup dalam tanah bahkan mampu membuat lubang sampai kedalaman 5cm. Pada saat musim penghujan mereka keluar untuk mencari makan, memijah dan bermigrasi (Iskandar, 2003).


Lobster air tawar Indonesia memiliki kelebihan diantaranya ukuran reletif lebih besar, capit lebih kecil sedangkan warnanya coklat kehitaman. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan, Lembaga Biologi Nasional, Badan Pengkajian Pengembangan
Teknologi, serta laporan dari Dinas Perikanan Kabupaten Wamena pada tahun 2002 diketahui ada 12 spesies lobster air tawar ada di Papua. Beberapa jenis lobster air tawar diantaranya: Cherax tenuimanus, Cherax destructor, Procambarus clarkii,Cherax
quadricarinatus, Cherax lorenzi, Cherax albidus, dan strain lain dari Papua disebut Orange Blue moonmonticola (Lim, 2006). Lobster air tawar terdiri dari 500 jenis hewan akuatik dari keluarga AstacidaeCambaride dan Paraticidae.


Dalam budidayanya lobster air tawar yang digunakan adalah pada fase larva yang berumur ±2 bulan. Fase tersebut merupakan kondisi dimana lobster akan cepat dalam pertumbuhannya, dan juga dapat beradaptasi pada variasi suhu dan pH (Snovsky, 2011), oleh sebab itu jika mau memulai budidaya lobster air tawar mulailah dari umur benih 2 bulan atau ukuran 2 inch.


  1. Cara Mengawinkan Lobster Air Tawar 
Ternak lobster air tawar di rumah dapat dilakukan dengan cara yang pertama adalah dengan membedakan jantan dan betina
  • Sebelum melakukan pembenihan lobster air tawar, hal yang harus diketahui pembudidaya adalah mengetahui terlebih dulu perbedaan antara lobster air tawarjantan dan betina. Cara membedakan kelamin yang paling muda adalah menggunakan teknis visual dari atas.Lobster air tawar jantan dapat di lihat jika pada capik sebelah luarnya terdapat bercak/garis merah berwarna merah. Namun, tanda merah itu baru muncul ketika lobster air tawar berumur 3-4 bulan atau setelah lobster air tawar berukuran 3 inc (7 cm). Tanda merah ini juga merupakan tanda lobster air tawar jantan telah siap kawin (matang gonad), selain tanda merah di capitnya, lobster air tawar jantan terdapat tonjolan testis pada kaki jalan terakhir. Sedangkan pada lobster air tawar betina tidak terdapat garis merah pada capitnya dan terdapat lubang pada pangkal kaki ketiga dari bawah (ekor). Lubang tersebut adalah kelamin lobster air tawar betina dan tempat mengeluarkan telurnya. selain ciri capit dan alat kelamin tersebut, lobster air tawar jantan dan betina dapat dibedakan dari ukuran tubuh, pada umumnya lobster air tawar betina ukurannya jauh lebih kecil jika dibandingkan lobster air tawar jantan, hal ini dikarenakan pada lobster air tawar betina mengalami masa puasa pada saat mengerami telurnya, sehingga lobster airt tawar betina akan sedikit makan.

Pemilihan Induk Lobster Air Tawar 
Cara budidaya lobster air tawar di lahan sempit harus memperhatikan Tips memilih calon indukan lobster air tawar yang berkualitas dibawah ini;
  1. Beli indukan lobster air tawar di tempat penjual yang telah bersertifikat.
  2. Pilih indukan lobster air tawaryang berumur 4-6 bulan atau berukuran 4-6 inch dan memiliki pertumbuhannya paling cepat di antara lobster-lobster yang lain
  3. Pilih indukan lobster air tawar jantan dan betina  dengan melihat ciri-cirinya dengan teliti, Perhatikan kelaminnya, jangan pilih lobster yang ”banci”. Pasalnya ada indukan yang mempunyai indukan betina, tetapi juga memiliki kelamin jantan (sering di sebut dengan lobster banci). Lobster tersebut kemungkinan besar tidak bisa bertelur, akan tetapi lobster air tawar banci ini memiliki pertumbuhan jauh lebih cepat dibandingkan lobster pada umumnya, hal ini dikarenakan lobster air tawar banci tidak menggunakan energinya untuk memijah, melaikan energi tersebut digunakan untuk pertumbuhan.
  4. Pilih lobster air tawaryang badannya gemuk. Hindari memilih indukan lobster air tawaryang kepalanya besar tetapi tubuh dan ekornya kecil. Ciri tersebut menandakan lobster air tawar kurang makan.
  5. Pilih indukan lobster air tawaryang sehat, lincah, tidak ada cacat tubuh/lengkap capitnya, antena, ekornya.

Cara Mudah Mengawinkan lobster air tawar
Tips khusus sebelum mengawinkan lobster air tawar agar didapatkan benih yang banyak dan berkualitas:
  1. Lakukan proses pemberokan/pemisahan lobster air tawar jantan dan betina selama 1 bulan.
  2. Selama proses pemberokan/pemisahan, lobster air tawar jantan diberi makan cacing tanah (untuk meningkatkan jumlah sel sperma), sedangakan lobster air tawar betina di beri tauge rebus (untuk meningkatkan jumlah sel telur), dan diselingi pakan nabati yang lain, bisa jagung, ketela, beras, kedelai, dkk.
Setelah proses pemberokan selesai, gabungkan indukan lobster air tawar jantan dan betina dalam suatu media dengan standar ideal 1 meter persegi bisa muat 1 set indukan lobster air tawar (3 jantan 5 betina). Satu jantan prinsipnya mampu membuahi 3 betina.

Pada saat melakuakn Perkawinan lobster air tawar usahakan dilakukan ditempat yang gelap dan minim dari aktifitas kegiatan manusia, serta jangan lupa memberi tempat sembunyi pada media tersebut, bisa memakai paralon, genting, roset, asbes, dkk.
Perkawinan lobster dilakukan kurang lebih 1 bulan, dengan pengecekkan setiap hari, apakah ada telur pada induk lobster air tawar betina.

Pemindahan Induk lobster Air Tawar
Setelah diketahui induk lobster air tawar betina terdapat telur, segera dapat dipindah kebak penetasan, dalam bak ini hanya boleh berisi induk lobster air tawar betina yang sama-sama bertelur. biarkan kurang lebih 1 bulan biar telur menetas, ketika sudah menetas biarkan benih bersama induk lobster air tawar betina selama 1 minggu, biar nanti memakan cairan disekitar peruk induknya, setelah itu induk lobster air tawar betina diistirahatkan selama 1 bulan, dilakukan proses pemberokan kembali, sampai ganti kulit

Pemeliharaan Benih Lobster Air Tawar
Setelah menetas, benih lobster air tawar tidak cocok diberi makanan dari jenis sayuran dan umbi-umbian sebaiknya merekan diberi cacing sutera atau cacing beku sehingga bisa memacu pertumbuhan denga baik, bisa juga diberi pakan pelet/biji-bijian yang ukurannya dikecilkan (bukan dihaluskan). Jumlah pakan yang diberikan sebaiknya 3% dari berat badannya. Pada pagi hari pakan yang diberikan sebanyak 25% dan sore hari 75%, karena hewan nocturnal akan aktif mencari makan ketika malam hari. Benih lobster air tawar dibesarkan sampai ukuran 2 inch (2 bulan), sambil memisah benih yang pertumbuhannya paling cepat nanti di jadikan indukan. Setelah 2 bulan, benih dapat di tebar di kolam pembesaran, dengan kepadatan 10 ekor/meter persegi.





04 April 2020

budidaya ikan gabus

Ikan gabus termasuk ke dalam ikan predator air tawar yang diminati leh masyarakat. Hal ini tentu didasari dari rasa dagingnya yang gurih serta harganya yang relatif  terjangkau. Ketertarikan masyarakat akan ikan gabus tentu berimbas kepada permintaan pasar yang tiada henti. Hal inilah yang memberikan peluang terkait usaha budi daya ikan gabus.

bagi anda yang berniat membudidayakan ikan gabus, maka anda wajib mengetahui seluk beluknya, mulai dari sifatnya serta cara hidupnya. Ikan gabus dikenal gampang hidup dalam semua keadaan lingkungan. Namun, pengawasan tetap harus dilakukan agar pertumbuhan ikan gabus dapat berjalan dengan baik. Berikut ini cara budi daya ikan gabus untuk anda.

1. Pemilihan Tempat
Hal pertama yang harus anda lakukan sebelum memulai usaha budi daya ikan gabus adalah memilih tempat yang ideal. Anda dapat menggunakan kolam tanah, kolam terpal maupun kolam beton sesuai dengan kebutuhan anda.

2. Memilih Indukan Ikan Gabus
Langkah selanjutnya adalah memilih indukan ikan gabus yang sehat dan aktif. Selain itu, anda juga harus membedakan jenis kelamin antara induk jantan dan induk betina.

Ikan gabus jantan memiliki ciri-ciri berupa bentuk kepala oval, kulit sedikit gelap serta lubang genital berwarna merah dan jika ditekan, maka akan mengeluarkan cairan bening.
Sedangkan ikan gabus jantan memiliki ciri-ciri berupa bentuk kepala yang bulat, warna tubuh kontras dan cukup cerah, dan pada lubang genital bila ditekan akan mengeluarkan telur serta memiliki bentuk perut yang lebih besar.






3. Proses Pemijahan
Campurkan beberapa induk jantan dan betina, sebanyak 20 hingga 30 indukan. Biarkan induk ikan gabus berada di dalam kolam selama 3-4 hari dan usahakan agar air tetap dalam keadaan mengalir selama proses pemijahan berlangsung.

Anda juga dapat menambahkan beberapa tanaman air ke dalam kolam, dan kontrol ketinggian air pada kisaran 50 cm.

Jika telur sudah menetas, anda dapat membiarkan anakan ikan gabus tersebut karena selain untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, mereka juga masih memiliki cadangan makanan sendiri selama lebih kurang 2 hari.


3. Perawatan Larva Ikan Gabus

Saat berusia 2 hari
Setelah memasuki usia 2 hari setelah menetas, maka anda harus memberi makan larva ikan gabus tersebut. Pakan yang digunakan ialah pakan yang bernutrisi serta ukurannya sesuai dengan mulut larva ikan gabus. Artemia bisa anda jadikan pilihan yang pas untuk diberikan pada lara gabus tersebut. Pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari.

Saat berusia 5 hari
Pakan tetap diberikan sebanyak 3 kali sehari dan jika perlu, anda dapat menambahkan pakan tambahan, dan jangan lupa untuk rutin mengganti air kolam dengan kelancaran sirkulasi udara dan air.


4. Penebaran Benih
Penebaran benih pada kolam dilakukan saat anakan ikan gabus sudah memasuki usia 2 minggu. Penebaran benih dapat dilakukan pada pagi hari saat benih belum diberi makan. Keesokan harinya, baru ikan diberi makan dengan pakan berupa pelet.


5. Pemberian Pakan
Anda dapat memberikan pakan pabrikan atau juga memberikan pakan alternatif. Ada juga dapat membuat pakan sendiri dari campuran bahan-bahan organik, seperti ampas tahu, dedak bekatul dll. Caranya adalah dengan merebus keseluruhan bahan kemudian digiling menjadi satu, selanjutnya rebus campuran pakan tersebut.

Karena memiliki sifat kanibalisme, maka anda disarankan untuk terus melakukan pengontrolan sesering mungkin.

6. Proses Pemanenan
Pemanenan ikan gabus dilakukan berdasarkan permintaan pasar. Usahakan ikan gabus yang dipanen dalam keadaan yang sama, baik bentuk tubuh maupun bobotnya. Maka dari itu, anda perlu melakukan penyortiran. Upaya tersebut dilakukan demi meningkatkan harga jual ikan gabus.

7. Penanganan Hama Penyakit 
 Dalam budidaya ikan, serangan hama sama artinya dengan kerugian yang harus dihadapi oleh peternak. Dari beberapa hama ikan, ikan gabus adalah jenis hama yang ditakuti karena terkenal dengan keganasannya dalam memangsa ikan. Cara mengatasi hama ikan gabus tidaklah sulit, kita hanya perlu menyiapkan beberapa peralatan yang mungkin dibutuhkan.

Ikan ini memiliki adaptasi yang baik sekali pada lingkungan kering. Jika tempat hidupnya mengalami kekeringan, maka dengan segera ikan ini akan berpindah tempat atau jika terpaksa ikan gabus dapat menyelam ke dalam lumpur hingga perairan tempatnya hidup kembali seperti semula.

Cara Mengatasi Hama Ikan Gabus
Ikan gabus atau dalam bahasa latinnya disebut Channa striata ini merupakan predator yang hidup di perairan air tawar. Sebenarnya ikan gabus memiliki manfaat dalam sisi ekonomi, karena harganya yang mahal di pasaran. Hal ini berbanding lurus dengan berbagai manfaat bagi kesehatan, serta kandungan proteinnya yang tinggi, sehingga kerap kali menjadi incaran bagi banyak masyarakat.
Namun yang membuat ikan ini menjadi musuh para peternak ikan adalah kerakusannya dalam memangsa ikan-ikan kecil atau bibit ikan, tentu ini akan sangat merugikan bagi pembudidaya. Di Sulawesi dan daerah Papua ikan gabus mejadi hama no 1 yang wajib dimusnahkan demi kelangsungan budidaya. Langsung saja, inilah beberapa cara mengatasi hama ikan gabus yang dapat diterapkan di kolam budidaya Anda.

1. Keringkan Kolam Sebelum Dipakai
Langkah yang akan kita pelajari ini berupa pencegahan masuknya benih-benih ikan gabus bersama dengan ikan budidaya kita. Caranya yaitu dengan melakukan pengeringan kolam hingga bersih sepenuhnya tanpa menyisahkan air pada kolam, bahkan disarankan untuk mengeringkan kolam hingga retak-retak jika jenis kolam budidaya yang Anda pilih adalah kolam tanah.

2. Pasang Saringan Pada Saluran Air
Bibit-bibit ikan gabus biasanya menyusup dan masuk ke dalam kolam budidaya tanpa kita ketahui, kemudian saat dewasa ikan gabus tersebut akan memangsa habis ikan budidaya kita. Untuk mencegah masuknya ikan gabus dari sungai, sebaiknya Anda memasang saringan atau jaring yang kuat pada saluran irigasi kolam. Dengan demikian, bibit-bibit ikan gabus akan terhalangi untuk memasuki kolam budidaya Anda.
3. Dengan MenangkapinyaSalah satu cara klasik namun dinilai berhasil adalah dengan menangkapi hama ikan gabus tersebut dengan menggunakan jaring. Ikan gabus dikenal sebagai ikan yang rajin berenang di permukaan terlebih jika dipancing dengan ikan hidup atau cebong, hal ini tentu menguntungkan bagi Anda yang ingin menangkapinya.

Saat musim kawin dan musim bertelur, ikan gabus baik jantan maupun betina akan bekerja sama membuat sarang di tepi kolam. Anak-anak ikan gabus senang berburu dalam kelompok yang dijaga oleh ikan gabus dewasa. Inilah kesempatan bagi Anda untuk memanen ikan gabus yang selama ini mengganggu kolam budidaya Anda.

4. Meninggikan Permukaan Kolam
Jika Anda menemui salah satu kolam ikan budidaya telah tercemari dengan keberadaan hama ikan gabus, maka sebaiknya segera tangkapi ikan gabus tersebut agar tidak berpindah dan berkembang biak di kolam lain, atau Anda juga dapat membuat pematang yang lebih tinggi pada kolam budidaya yang sudah disusupi hama ikan gabus.
Dengan mempertinggi permukaan pematang kolam, ikan gabus dari saluran air atau kolam seberang tidak akan dapat melompat ke kolam budidaya kita.